Kemenkes Bantah Menkes Sesak Napas, Jelaskan Konteks Foto Pakai Oksigen di Palangka Raya

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kemenkes Bantah Menkes Sesak Napas, Jelaskan Konteks Foto Pakai Oksigen di Palangka Raya
BAGIKAN:

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi beredarnya foto Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang tampak menggunakan layanan oksigen saat kunjungan kerja ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (23/10/2026). Foto tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan narasi bahwa Menkes mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (25/10/2026), Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes membenarkan bahwa foto itu diambil saat Budi berada di Palangka Raya. Namun, Kemenkes membantah dugaan adanya gangguan kesehatan pada Menkes dan menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengalami sesak napas selama menjalankan agenda kunjungan tersebut.

Menurut keterangan Kemenkes, penggunaan fasilitas oksigen oleh Menkes merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai layanan kesehatan yang tersedia bagi warga terdampak kabut asap. Dalam kegiatan itu, Budi disebut tetap terbantu dengan penggunaan masker KN95 selama beraktivitas.

Kunjungan kerja tersebut secara khusus bertujuan memperkenalkan keberadaan dua fasilitas penanganan dampak karhutla, yaitu Rumah Oksigen milik Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kedua fasilitas ini disediakan agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap dapat langsung memanfaatkan layanan oksigen.

Terkait viralnya foto tersebut, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi di media sosial tanpa memastikan kebenarannya. Pihak kementerian meminta publik agar tidak terprovokasi oleh narasi yang memelintir fakta dan lebih memfokuskan perhatian pada upaya bersama melindungi kesehatan warga terdampak karhutla serta memastikan mereka mendapatkan layanan yang dibutuhkan.

Meow! Tanya Nesi!
😸