Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Kurang dari 2 Persen Kebutuhan Harian

Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10). Langkah ini diambil untuk mengalihkan gas tersebut guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra.
Menurut keterangan SKK Migas, total pengalihan mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari. Rinciannya terdiri atas 15 juta kaki kubik yang bersumber dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra.
Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) merespons pemangkasan tersebut dengan menyatakan bahwa dampaknya kurang dari 2 persen terhadap total kebutuhan gas harian mereka. Juru bicara EMA, seperti dilansir CNA, merinci bahwa total pengurangan mencapai 17 miliar British thermal units per hari (bbtud) selama periode 18 hari.
Sebagai antisipasi, EMA menyebut Singapura telah memiliki rencana kontingensi. Perusahaan Singapore GasCo juga dinyatakan siap secara operasional untuk mengimpor lebih banyak gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) kapan saja.
Gas alam memiliki peran vital bagi sistem kelistrikan Singapura karena sekitar 95 persen listrik di negara itu dihasilkan menggunakan bahan bakar tersebut. Pada 2025, pasokan gas melalui pipa menyumbang 43 persen dari total impor gas Singapura, sementara sisanya sebesar 57 persen berasal dari impor LNG.
Kekhawatiran terkait ketergantungan pada pasokan pipa sebenarnya telah disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Gan Kim Yong. Dalam jawaban di parlemen pada September 2025, Gan memperingatkan bahwa peningkatan kebutuhan gas alam domestik di Indonesia dapat memengaruhi kemampuan Jakarta memasok negara lain, mengingat kontrak impor gas Singapura dengan Indonesia dijadwalkan berakhir pada akhir 2028.
Gan menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan, seraya mencatat bahwa tidak ada satu negara pun yang menyumbang lebih dari 30 persen impor gas Singapura pada 2024. Untuk memperluas opsi pasokan, Singapura tengah membangun terminal LNG kedua yang diperkirakan mulai beroperasi pada akhir dekade ini guna meningkatkan kapasitas impor dari berbagai pemasok internasional.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Indonesia Desak Rusia Hentikan Rekrutmen WNI sebagai Tentara Bayaran, Satu Warga Sudah Tewas

Mamdani Kecam Haley Stevens: Dukungan Kandidat Republik Jadi Pengkhianatan Kelas Pekerja

Trump dan Netanyahu Bahas Serangan Iran di Tengah Penurunan Populeritas Politik Keduanya
