Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

PMI Jaksel Salurkan 432 Paket Kebersihan untuk Penyintas Gempa NTT-Flores di Manggarai

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

PMI Jaksel Salurkan 432 Paket Kebersihan untuk Penyintas Gempa NTT-Flores di Manggarai
BAGIKAN:

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menyalurkan 432 paket kebersihan dan sanitasi (hygiene kits) senilai Rp143 juta kepada masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)-Flores. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Ancora Indonesia Resources Tbk beserta entitas anak perusahaannya.

Menurut keterangan Ketua PMI Kota Jakarta Selatan Mundari pada Sabtu, kerja sama antara dunia usaha dan PMI menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas. Di lapangan, penyaluran bantuan melibatkan PMI Kabupaten Manggarai sebagai mitra kerja yang menyediakan sarana, fasilitas, serta mengerahkan personel dan relawan lokal.

Distribusi paket kebersihan tersebut dilaksanakan berdasarkan asesmen dan pendataan ulang yang dilakukan pada 20 Oktober 2026. Sebanyak 232 paket disalurkan ke Desa Bea Kakor dan Desa Ndehes di Kabupaten Manggarai, sementara 200 paket lainnya dikirim ke Desa Reok, Desa Dampek, dan Desa Waso di Kabupaten Manggarai Timur. Pemerintah daerah setempat turut dilibatkan agar penyaluran tepat sasaran sesuai data warga terdampak.

Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Ratno Paskalis Hendrawan menyatakan bahwa pihaknya mempercayakan PMI Kota Jakarta Selatan sebagai mitra penyaluran karena mempertimbangkan jangkauan jaringan operasi PMI dalam mengelola logistik kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.

Paket kebersihan ini ditujukan untuk mendukung pemulihan pascagempa berkekuatan 7,7 Magnitudo yang melanda wilayah NTT-Flores pada 15 Agustus 2026. Keterbatasan akses terhadap sarana sanitasi yang layak pascabencana dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸