Danantara Siapkan Rp100 Triliun untuk Bentuk BUMN Tekstil Baru Lewat Pengambilalihan Pabrik
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan investasi sekitar US$ 5,55 miliar atau setara Rp 100 triliun untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang bergerak khusus di sektor tekstil. Rencana ini melibatkan pengambilalihan sejumlah pabrik tekstil yang nantinya akan dilebur menjadi satu entitas.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa kementeriannya telah melakukan koordinasi dengan Danantara terkait rencana tersebut. Menurut keterangan Sarmuji kepada Detik.com yang dikutip pada Sabtu (24/10/2026), investasi bernilai Rp 100 triliun itu akan digunakan untuk mengambil alih beberapa pabrik tekstil sekaligus.
Proses peleburan pabrik-pabrik ini dirancang untuk menggabungkan keunggulan masing-masing fasilitas produksi. Pemerintah berharap sinergi antarpabrik dapat menciptakan ekosistem industri tekstil nasional yang memiliki kapasitas produksi dan daya saing lebih besar di tingkat global.
Sarmuji menilai kolaborasi tersebut merupakan strategi agar BUMN tekstil baru ini langsung memiliki keunggulan kompetitif sejak hari pertama beroperasi. Setiap pabrik yang diambil alih dinilai mempunyai keistimewaan tersendiri yang dapat saling melengkapi ketika disatukan.
Terkait waktu peluncuran, Kementerian Perindustrian mendorong agar pembentukan BUMN baru ini direalisasikan sesegera mungkin. Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan untuk menyerap kembali tenaga kerja di sektor tekstil yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Sarmuji menekankan bahwa para pekerja yang kehilangan pekerjaan tersebut membutuhkan naungan baru. Penundaan pembentukan BUMN tekstil ini dikhawatirkan membuat potensi tenaga kerja yang sudah ada tidak segera terserap kembali oleh industri.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
