Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG Tebar 4 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca Jakarta, Pantau Kualitas Udara via JAKI

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: CNN Teknologi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

BMKG Tebar 4 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca Jakarta, Pantau Kualitas Udara via JAKI
BAGIKAN:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 21-25 Oktober 2026. Operasi ini ditujukan untuk menekan polusi udara di ibu kota sekaligus meredakan dampak suhu panas yang sedang berlangsung.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi mitigasi bencana hidrometeorologi antara lembaganya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam pelaksanaannya, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan pertukaran data parameter meteorologi serta kualitas udara untuk mendukung pengambilan keputusan penanganan lingkungan perkotaan.

Hingga Jumat (23/10), BMKG telah menyelesaikan empat sorti penerbangan penyemaian awan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B bernomor registrasi PK-SNH. Total garam natrium klorida (NaCl) yang ditaburkan mencapai 4.000 kilogram. Pusat komando operasi dipusatkan di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo merinci bahwa dua sorti penerbangan pada Jumat (23/10) dilakukan di ketinggian 10.000-11.000 kaki (3.048-3.352,8 meter). Sorti pertama menyasar awan potensial di wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, sementara sorti kedua difokuskan di area Bogor. Kondisi atmosfer lokal yang lembap dan massa udara konvektif pada periode tersebut dinilai mendukung potensi hujan di kawasan Jabodetabek.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyatakan bahwa intervensi awan diharapkan memicu hujan yang dapat membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer. Namun, ia menegaskan bahwa efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. BMKG juga mengingatkan bahwa modifikasi cuaca hanya instrumen pendukung mitigasi, bukan pengganti upaya pengendalian emisi dari sumber pencemaran.

Berdasarkan pantauan citra radar BMKG dan laporan visual pada Jumat sore hingga malam, hujan terpantau terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meskipun demikian, BMKG menyebutkan bahwa turunnya hujan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penyemaian awan menjadi penyebabnya.

Bagi masyarakat, informasi kualitas udara terkini, termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5 beserta prediksi hingga tiga hari ke depan, dapat diakses melalui aplikasi JAKI. Penguatan sistem peringatan dini ini diharapkan mendorong langkah antisipasi lebih awal, terutama bagi kelompok rentan terhadap polusi udara.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸