Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemprov DKI Buka Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Pendaftaran Ditutup 25 Oktober

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Pemprov DKI Buka Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Pendaftaran Ditutup 25 Oktober
BAGIKAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran ajang pemilihan Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Program ini ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada individu yang memiliki aksi nyata atau aktif mengajak warga peduli terhadap pengelolaan sampah di wilayah ibu kota.

Pemenang ajang tersebut akan diumumkan dan menerima penghargaan langsung dari Gubernur DKI Jakarta pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026. Menurut keterangan yang dikutip dari situs resmi Pemprov DKI, terdapat dua kategori yang dilombakan, yakni Sosok Penggerak serta Pemengaruh atau Influencer/Key Opinion Leader (KOL) yang konsisten menggerakkan perubahan terkait pemilahan dan pengolahan sampah.

Lomba ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Peserta wajib memiliki KTP DKI Jakarta atau berdomisili di wilayah tersebut yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Domisili. Selain itu, lokasi kegiatan atau gerakan pilah-olah sampah yang diusulkan harus berada di wilayah DKI Jakarta. Pendaftaran dilakukan melalui pengisian formulir di laman www.jakarta.go.id/form/piliholahsampahheroes dan ditutup paling lambat tanggal 25 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Dengan mendaftar, peserta menyetujui bahwa gerakan yang dikirimkan dapat digunakan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk keperluan publikasi.

Ajang ini sejalan dengan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Mengutip penjelasan Waste4Change, memisahkan sampah berdasarkan jenisnya membantu menjaga kualitas material yang masih memiliki nilai jual, seperti plastik. Plastik yang tidak tercampur dengan sisa makanan memiliki kondisi lebih baik sehingga memudahkan petugas kebersihan menyortir dan mengarahkannya ke proses daur ulang.

Sebaliknya, mencampurkan plastik dengan bahan organik yang mudah membusuk dapat menimbulkan bau dan menyulitkan pengolahan. Waste4Change juga menyebutkan bahwa sampah plastik yang tidak dikelola dengan tepat mampu bertahan dalam waktu sangat lama dan merusak lingkungan. Kualitas material yang terjaga melalui pemilahan yang benar dapat memberikan harga jual yang lebih baik kepada pengepul.

Sementara itu, sisa makanan dan sampah organik lainnya yang dikumpulkan secara terpisah dapat diolah menjadi pupuk melalui proses pengomposan. Ketika sampah organik diolah menjadi kompos dan material daur ulang dikirim untuk pengolahan lanjutan, jumlah sampah yang masuk ke tempat penampungan maupun pemrosesan akhir dapat berkurang. Masyarakat dapat memulai langkah ini dengan menyediakan wadah terpisah sesuai kategori sampah di rumah atau mengikuti petunjuk pada tempat sampah di ruang publik.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸