Menlu Iran Cap Hubungan AS-Israel Parasit, Ungkap Data Ratusan Rudal Ditembakkan Washington

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut hubungan antara Amerika Serikat dan Israel sebagai parasit atau saling merugikan, bukan relasi yang saling menguntungkan. Pernyataan tersebut diunggah Araghchi melalui platform media sosial X pada Kamis (22/10). Dalam unggahannya, ia menyertakan data rinci mengenai rudal pencegat yang ditembakkan AS untuk membantu Israel sejak Oktober 2023.
Araghchi menyatakan bahwa AS telah menghabiskan 11 miliar dolar [sekitar Rp198 triliun] uang pajak untuk rudal Israel selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, AS meluncurkan lebih banyak rudal pencegat demi membela sekutunya daripada yang dilakukan Israel sendiri. Data yang dibagikan menunjukkan AS menembakkan total 609 rudal dari tahun 2023 hingga 2026 untuk pertahanan Israel.
Rincian data tersebut mencatat beberapa titik waktu penting. Pada 19 Oktober 2023, AS menembakkan 6 rudal pencegat. Di tahun 2024, tercatat 10 rudal ditembakkan pada 13 April dan 17 rudal pada kurun waktu 13 April hingga Oktober. Tepat pada 1 Oktober, AS melakukan pencegatan terhadap 12 rudal.
Masuk tahun 2025, dari periode 26 Desember 2024 hingga 22 Mei 2025, tercatat 16 rudal ditembakkan, diikuti 235 rudal pada rentang 13-24 Juni 2025. Pada bagian akhir data, disebutkan bahwa pada 28 Februari hingga 21 Mei 2026, AS meluncurkan 310 rudal pencegat. Dalam rentang waktu ini, Washington dan Israel menggempur Iran secara brutal.
Imbas dari operasi militer tersebut, sumber berita melampirkan keterangan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah dan wilayah Israel. Araghchi juga menyoroti bahwa anggaran pertahanan AS membengkak untuk kepentingan Israel, meskipun banyak warga Amerika yang mengalami kesulitan ekonomi.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Skandal Rasisme Guncang Montreal: Tujuh Polisi Dipecat, Kepercayaan Publik Terancam

Iran Ancam Jangkauan Rudal ke Pangkalan AS di Eropa Jika Agresi Berlanjut

Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi
