Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kapal Tanker Bawa 40.000 Ton Diesel Rusia Berlayar ke AS Usai Kesepakatan Trump-Putin

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kapal Tanker Bawa 40.000 Ton Diesel Rusia Berlayar ke AS Usai Kesepakatan Trump-Putin
BAGIKAN:

Sebuah kapal tanker berbendera Malta bernama Agioi Fanendes dilaporkan tengah berlayar menuju New York, Amerika Serikat (AS), dengan muatan 40.000 metrik ton diesel berkadar belerang sangat rendah dari pelabuhan Primorsk, Rusia. Berdasarkan data pelacakan yang dikutip Reuters pada Jumat (23/10/2026), kapal tersebut memuat kargo pada 22 Oktober dan diperkirakan tiba di AS pada 7 November mendatang.

Pengiriman ini menjadi yang pertama sejak mantan Presiden Joe Biden memberlakukan larangan impor produk minyak bumi Rusia pada 2022. Langkah ini menyusul kesepakatan antara Moskow dan Presiden AS Donald Trump pada bulan ini yang bertujuan menekan harga diesel menjelang pemilu sela AS pada 3 November.

Untuk merealisasikan kesepakatan tersebut, Trump mengesampingkan sejumlah ketentuan dalam undang-undang sanksi baru AS terhadap Rusia. Ia juga mengancam Eropa dengan larangan ekspor diesel AS apabila negara-negara di kawasan itu tidak bersedia melepaskan lebih banyak cadangan darurat guna membantu menekan harga.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak memastikan pasokan akan terus mengalir seiring penyusunan kontrak pengiriman oleh perusahaan-perusahaan dari kedua negara. Menurut Novak, kesepakatan ini diproyeksikan mengembalikan kapasitas ekspor diesel Rusia ke tingkat normal sebesar 3 hingga 3,5 juta ton per bulan pada akhir tahun.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Rusia akan mengekspor 300.000 metrik ton atau setara 2,25 juta barel diesel ke AS dan pasar global, disusul 500.000 ton pada November dan 1 juta ton setelahnya. Demi kelancaran transaksi ini, Rusia turut mencabut larangan ekspor diesel yang sebelumnya mereka tetapkan sendiri.

Kepala Dana Kekayaan Kedaulatan Rusia Kirill Dmitriev mengungkapkan bahwa Departemen Keuangan AS telah meminta bantuan lembaganya untuk menyelesaikan masalah pembayaran yang rumit terkait kesepakatan ini. Meski demikian, identitas pembeli dan penjual kargo perdana tersebut belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan data LSEG, sebagian besar kapal tanker yang memuat kargo di Primorsk pada pekan lalu hanya memberikan sinyal tujuan ke Gibraltar, Pantai Atlantik, atau Port-Said. Sejak Uni Eropa menerapkan embargo penuh pada Februari 2023 akibat perang di Ukraina, Rusia selama ini mengalihkan ekspor dieselnya ke Brasil, Turki, serta sejumlah negara di Afrika.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸