Hercules Peringatkan Menteri Maruarar Sirait Soal Sengketa Lahan di Tanah Abang
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal, secara terbuka memperingatkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait terkait sengketa lahan. Melalui video yang diunggah di akun Instagram GRIB Jaya pada Jumat (23/10), Hercules meminta menteri yang akrab disapa Ara tersebut tidak mengulangi perilaku masa lalunya saat masih berada di partai politik sebelumnya.
Hercules mengklaim telah mengenal sosok Ara sebelum menjabat sebagai menteri dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyinggung perpindahan afiliasi politik Ara dan menegaskan bahwa dirinya merupakan petarung asli yang mendukung penuh pemerintahan saat ini. Namun, dukungannya kepada Ara bersyarat, yakni selama sang menteri tidak merugikan rakyat maupun dirinya pribadi.
Inti peringatan tersebut berkaitan dengan penguasaan lahan yang menurut keterangan Hercules telah dibebaskan menggunakan uang puluhan miliar rupiah. Ia membantah anggapan bahwa lahan yang dipermasalahkan adalah tanah kosong tanpa pemilik. Hercules menyatakan dirinya yang mengeluarkan biaya untuk mengosongkan lahan tersebut.
Lokasi spesifik lahan yang disengketakan tidak dijelaskan secara rinci oleh Hercules dalam video tersebut. Akan tetapi, beberapa waktu lalu ia sempat bertemu dengan Ara di sebuah lahan dekat rel kereta api di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Polemik di Tanah Abang ini muncul sehubungan dengan rencana pembangunan rumah susun untuk rakyat. Lahan tersebut diklaim oleh Hercules sebagai milik ahli waris bernama Sulaeman Effendi. Di sisi lain, Ara menyatakan telah menyambangi lokasi dan berkonsultasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Berdasarkan hasil konsultasi yang disampaikan Ara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada 17 April 2026, lahan tersebut dipastikan merupakan aset negara. Meskipun demikian, Ara mengakui adanya pihak lain yang meragukan status kepemilikan tanah itu sebagai milik negara.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Fenomena Misterius: Es Batu Setengah Kepala Manusia Timpa Rumah Warga Bantul, BMKG Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

KPU Klaim Tugas Selesai, MA Resmi Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Lahan 3 Hektare di Hutan Alas Roban Batang Terbakar, BPBD Jateng Duga Aksi Pembalakan Liar
