Gus Irfan Akui Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj, Sebut Awalnya Bantu Sukarela

Berita Nasional
Ahmad HidayatAhmad Hidayat
Sumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Gus Irfan Akui Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj, Sebut Awalnya Bantu Sukarela
BAGIKAN:

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengakui telah mengangkat dua anaknya, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad, sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Penunjukan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengangkatan tenaga ahli.

Gus Irfan menjelaskan bahwa penunjukan itu bermula dari proses pembentukan Badan Penyelenggara (BP) Haji pada akhir 2024. Menurutnya, saat itu ia bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak belum memiliki staf maupun fasilitas kerja. Ia menyatakan bahwa anak-anaknya serta sejumlah santri secara sukarela membantu proses pembentukan BP Haji tanpa menerima gaji selama tiga hingga empat bulan. Setelah proses berjalan, sebagian dari mereka kemudian ditarik menjadi tenaga ahli, sementara sisanya kembali ke aktivitas semula.

Dalam keterangannya di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (23/10), Gus Irfan menegaskan bahwa pengerahan sumber daya manusia tersebut dilakukan secara terukur dan masih berada di bawah batas maksimal yang diizinkan aturan. Ia menyebutkan bahwa sebagai menteri, ia memiliki hak menetapkan tiga staf khusus namun hanya mengambil satu orang. Untuk posisi tenaga ahli yang jatahnya lima orang, ia mengklaim hanya mengisi empat posisi.

Kementerian Haji dan Umrah sendiri menghadapi tantangan menjalankan penyelenggaraan ibadah haji perdana sebagai kementerian baru sambil membangun struktur organisasi. Berdasarkan analisis jabatan pada 2026, kementerian ini membutuhkan 7 ribu pegawai. Namun, Gus Irfan mengungkapkan instansinya saat itu baru memiliki sekitar 3.200 personel, atau kurang dari 50 persen dari total kebutuhan. Kekurangan tersebut diklaim terjadi merata hingga ke tingkat daerah, termasuk tujuh Kantor Kementerian Haji tingkat kabupaten di Jawa Timur yang terpaksa merangkap kepemimpinan.

Untuk menutup celah kekurangan pegawai yang menurut klaimnya masih tersisa sekitar 3 ribu orang, kementerian mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk mengerahkan tenaga alih daya atau outsourcing. Gus Irfan juga menyatakan pihaknya terus membuka pendaftaran serta menggelar pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpindah dari kementerian lain maupun pemerintah daerah.

Ia memastikan bahwa pengerahan tenaga non-ASN maupun skema outsourcing bersifat sementara. Menurut keterangan Gus Irfan, setelah kebutuhan pegawai terpenuhi secara permanen, tenaga alih daya tersebut akan dikembalikan secara bertahap.

Meow! Tanya Nesi!
😸