Diskon Tiket AirAsia Mulai 12 Persen untuk Penerbangan Domestik Libur Nataru 2026/2027
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Indonesia AirAsia membuka peluang potongan harga tiket penerbangan domestik mulai dari 12 persen untuk periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Penurunan tarif ini mengikuti kebijakan pemerintah berupa pemangkasan biaya layanan bandara serta penghapusan beban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi penumpang kelas ekonomi.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia Capt. Achmad Sadikin Abdurachman pada Jumat (23/10), diskon tersebut ditopang oleh dua aturan sekaligus. Pertama, potongan sebesar 50 persen untuk Passenger Service Charge (PSC) atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Kedua, fasilitas PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77 Tahun 2026 tentang pajak atas penyerahan jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi pada periode libur Nataru tahun anggaran 2027.
Potongan harga ini berlaku khusus untuk seluruh rute domestik yang dilayani maskapai tersebut. Periode perjalanan yang mencakup program ini dimulai pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Calon penumpang dapat melakukan pemesanan tiket dengan memanfaatkan program ini sampai batas waktu pembelian pada 10 Januari 2027.
Pemesanan tiket yang mendapat penyesuaian harga tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi AirAsia MOVE maupun situs resmi airasia.com. Maskapai mengingatkan penumpang untuk memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku saat melakukan transaksi.
Sadikin menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. Menurut dia, penurunan harga tiket diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan akhir tahun dengan biaya yang lebih terjangkau. Indonesia AirAsia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan terkait atas koordinasi dalam pelaksanaan kebijakan ini.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

NTP Oktober 2026 Melonjak 6,88%, Cabai dan Tomat Jadi Penopang Utama

Pemerintah Duga Praktik 'Mafia' di Balik Skandal Gizi 25 Merek Beras Fortifikasi

Inflasi Oktober Tembus 3,23%, Sentuh Batas Atas Target BI dan Pemerintah
