Daya Beli Turun dan BBM Naik, Bisnis Logistik Tertekan Jelang Akhir 2026

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Daya Beli Turun dan BBM Naik, Bisnis Logistik Tertekan Jelang Akhir 2026
BAGIKAN:

Industri logistik di Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan sepanjang tahun berjalan 2026. Namun, menurut Direktur Utama Paxel Zaldy Ilham Masita, tekanan terhadap sektor ini meningkat dalam dua hingga tiga bulan terakhir seiring melemahnya daya beli masyarakat yang berujung pada penurunan volume pengiriman barang.

Tantangan tersebut diperberat oleh gejolak perang di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga kelangkaan pasokannya. Kondisi ini secara langsung mendorong lonjakan biaya operasional bagi para pelaku usaha logistik menjelang akhir tahun.

Meski biaya operasional membengkak, operator logistik tidak dapat serta-merta membebankan kenaikan tersebut kepada pelanggan melalui penyesuaian tarif pengiriman. Zaldy menjelaskan bahwa tekanan ekonomi yang sedang berlangsung membuat langkah itu sulit dilakukan, sehingga pelaku usaha harus menerima pengurangan margin keuntungan sebagai konsekuensinya.

Selain faktor ekonomi global, gangguan distribusi juga datang dari serangkaian bencana alam di dalam negeri. Kebakaran hutan dan lahan, erupsi Gunung Merapi, serta banjir mengakibatkan akses jalan darat maupun penerbangan terganggu. Padahal, menurut keterangan Zaldy, distribusi barang kebutuhan mendesak seperti obat-obatan dan alat kesehatan tetap harus berjalan di tengah kondisi tersebut.

Paparan mengenai tantangan dan kinerja bisnis logistik ini disampaikan Zaldy dalam program Focus on Infra bersama Maria Katarina di CNBC Indonesia pada Jum'at, 23/10/2026.

Meow! Tanya Nesi!
😸