Chrome Perluas Deteksi Situs Palsu dengan AI Gemini dan Lindungi Pengguna dari Teknik ClickFix

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Chrome Perluas Deteksi Situs Palsu dengan AI Gemini dan Lindungi Pengguna dari Teknik ClickFix
BAGIKAN:

Google memperbarui sistem keamanan peramban Chrome untuk menghadapi ancaman penipuan daring yang terus berkembang. Menurut keterangan resmi Google pada Selasa (20/10), pembaruan ini mencakup perluasan fitur peringatan situs mencurigakan serta penguatan perlindungan terhadap teknik rekayasa sosial bernama ClickFix.

Dalam opsi Safe Browsing, pengguna yang mengaktifkan mode Enhanced Protection kini akan menerima dua kategori peringatan keamanan. Kategori pertama adalah situs mencurigakan, yakni laman yang menunjukkan indikasi pola penipuan meski tingkat keyakinan deteksi sistem masih rendah. Kategori kedua adalah situs berbahaya, yang terdeteksi dengan tingkat keyakinan tinggi berpotensi merugikan pengguna. Peringatan untuk risiko tertinggi ditampilkan dalam format layar penuh berwarna merah, lengkap dengan penyesuaian ikonografi dan teks agar pengguna dapat memahami situasi secara cepat.

Pembaruan ini turut melibatkan kecerdasan buatan (AI) Gemini. Sebelumnya, integrasi Gemini hanya berjalan langsung di perangkat untuk mendeteksi penipuan layanan dukungan teknis. Kini, Chrome memperluas perlindungan tersebut menggunakan model Gemini yang lebih canggih dan beroperasi di server. Langkah ini memungkinkan peramban mendeteksi lebih banyak modus penipuan, termasuk penggunaan antivirus palsu dan notifikasi pembaruan peramban palsu.

Menurut keterangan Google, Gemini menganalisis konten halaman web untuk mengidentifikasi indikator seperti merek yang digunakan, tujuan halaman, dan kemungkinan penipuan. Hasil analisis tersebut digabungkan dengan reputasi domain dan sinyal keamanan lainnya oleh Safe Browsing. Proses pengiriman data ke server diklaim dibatasi; analisis teks hanya dilakukan saat ada indikasi penipuan dengan keyakinan tinggi, dan konten yang dikirim diproses sementara tanpa dicatat dalam log atau digunakan untuk melatih model AI.

Selain deteksi situs palsu, Chrome memperkuat pertahanan terhadap teknik ClickFix. Modus ini menipu pengguna agar menyalin dan menjalankan perintah berbahaya melalui terminal seperti PowerShell atau cmd.exe, sehingga pelaku dapat menghindari perlindungan pengunduhan bawaan peramban. Bagi pengguna Enhanced Protection, Chrome kini mampu mendeteksi ketika perintah mencurigakan disalin. Data pada clipboard akan dibersihkan dari informasi identitas pribadi sebelum dikirim ke Safe Browsing untuk dianalisis. Jika terbukti berbahaya, peramban akan menampilkan peringatan kepada pengguna.

Fitur Safe Browsing sendiri telah dikenalkan sejak tahun 2020 dan terus diperluas cakupannya. Untuk mendapatkan seluruh lapisan perlindungan terbaru terhadap phishing, malware, dan rekayasa sosial, pengguna disarankan mengaktifkan mode Enhanced Protection baik di peramban Chrome maupun Akun Google mereka.

Meow! Tanya Nesi!
😸