Wamentan Dorong Lahan Bekas Karhutla di Kalteng Ditanami Cabai dan Jagung, Bukan Sawit
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk penanaman komoditas pangan seperti cabai dan jagung. Langkah ini diarahkan terutama pada lahan milik pribadi agar produksi pangan daerah meningkat dan mencegah alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Dalam telekonferensi dengan perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah pada acara Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026), Saleh menyoroti bahwa Kalimantan Tengah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri. Menurut keterangannya, hasil pemantauan menunjukkan lahan yang terbakar rata-rata berpotensi dialihkan untuk perkebunan sawit.
Saleh menyatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mencari solusi pemanfaatan lahan terdampak karhutla. Salah satu opsi yang dibahas adalah mendorong pemerintah daerah segera menggarap lahan tersebut untuk pertanian sebelum sempat ditanami sawit. Ia menilai perkebunan sawit hanya memberikan manfaat bagi segelintir pihak, sementara tanaman pangan dapat membantu petani lokal secara lebih luas.
Selain mempertimbangkan aspek ekonomi, Saleh menyebut kondisi tanah pasca kebakaran memiliki potensi mendukung budidaya tanaman. Lahan yang terbakar kemudian terkena air dinilai menghasilkan kandungan karbon yang baik untuk pembentukan humus tanah. Ia meminta Kepala Dinas Pertanian setempat melaporkan rencana pemanfaatan lahan ini ke pusat agar dapat dicarikan solusi bersama.
Data terbaru Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mencatat luas lahan yang terbakar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mencapai lebih dari 23.000 hektare. Sebagian besar titik api berada di wilayah konsesi gambut yang mencakup beragam fungsi kawasan, mulai dari hutan lindung hingga area budidaya.


