RI Teken MoU Kerja Sama Pertahanan Badr Bersama Qatar, Turki, dan Pakistan di Doha

Indonesia resmi bergabung dalam inisiatif kerja sama strategis pertahanan bernama Badr bersama Qatar, Turki, dan Pakistan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek percontohan tersebut dilakukan di Doha, Qatar.
Berdasarkan pernyataan pers Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada Kamis (22/10/2026), Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela menjelaskan bahwa memorandum ini mengatur tiga bidang utama. Inisiatif tersebut digagas langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI Yusuf Djauhari.
Ketiga bidang yang disepakati meliputi riset dan pengembangan serta alih teknologi, kolaborasi industri dan manufaktur, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut keterangan Vahd, fokus riset bertujuan mendorong inovasi teknologi pertahanan melalui penggabungan kepakaran keempat negara. Sementara itu, kolaborasi industri ditujukan untuk membuka peluang investasi dan pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista).
Vahd menambahkan bahwa kerja sama ini dibangun atas dasar keinginan bersama untuk memajukan sektor pertahanan nasional masing-masing negara. Landasan utamanya mencakup prinsip saling percaya, kesetaraan, timbal balik, dan kepentingan bersama.
Mengenai rincian target industri yang akan disasar, Vahd menyatakan bahwa detailnya belum mencapai tahap tersebut. Namun, pemilihan kemitraan dengan Qatar, Turki, dan Pakistan didasarkan pada elemen saling melengkapi satu sama lain serta kualifikasi yang telah dipertimbangkan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk melakukan kerja sama yang terdiversifikasi dengan berbagai negara mitra. Menurut penjelasan Kemenlu, seluruh upaya tersebut bermuara pada penguatan posisi Indonesia di dalam rantai pasok global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI September 2025 Tembus US$3,36 Miliar, Melebihi Ekspektasi Ekonom

PLN Tetapkan Tarif Listrik Non-Subsidi Q4 2026 Tetap, Berikut Daftar 13 Golongan

Doha Jadi Pusat Perundingan Kritis: Iran dan Qatar Dorong Akhir Konflik AS-Israel
