Karyawan PT PGAS Solution Jadi Tersangka Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karyawan PT PGAS Solution Jadi Tersangka Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
BAGIKAN:

Polrestabes Medan menetapkan Iqbal, karyawan swasta PT PGAS Solution yang merupakan mitra Perusahaan Gas Negara (PGN), sebagai tersangka dalam kasus ledakan rumah di Perumahan Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Penetapan ini terungkap setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian pada 19 Agustus 2026.

Kasi Intel Kejari Medan Valentino Harry Parluhutan Manurung menyatakan bahwa Iqbal saat ini ditahan di Polrestabes Medan. Menurut keterangan Valentino kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (21/10), berkas perkara tersebut belum dinyatakan lengkap atau masih berstatus P18/P19 dan memerlukan perbaikan dari penyidik kepolisian. Rincian hal yang harus dilengkapi tidak dipublikasikan demi kepentingan penyidikan.

Dalam SPDP yang diterima kejaksaan, Iqbal dijerat dengan Pasal 308 ayat 2 dan 3 KUHP jo Pasal 311 KUHP. Ketentuan tersebut mengatur tindak pidana yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang akibat kebakaran, ledakan, maupun banjir. Sejauh ini, baru satu nama tersangka yang tercatat dalam berkas yang diserahkan polisi.

Proses hukum kasus ini telah naik ke tahap penyidikan sejak pertengahan Agustus. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak sebelumnya menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah polisi menggelar perkara khusus dengan melibatkan sejumlah pihak dari Polda Sumut. Hingga pengumuman itu, polisi telah memeriksa sedikitnya 36 saksi.

Ledakan yang menjadi dasar kasus ini terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia. Bangunan tiga lantai tersebut mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar strukturnya runtuh. Reruntuhan menimpa sedikitnya tujuh unit mobil, sementara gelombang ledakan merusak sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan bangunan. Penyebab ledakan diduga berasal dari kebocoran gas pada jaringan pipa bawah tanah di area rumah tersebut.

Akibat peristiwa itu, tiga orang penghuni rumah meninggal dunia, yakni Jesika selaku istri pemilik rumah, Ros yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan Sinta sebagai baby sitter. Empat orang lainnya mengalami luka-luka, terdiri atas Jeavelin (2) anak pemilik rumah, Hasan, serta seorang supir dan seorang kurir bernama Yuda.

Meow! Tanya Nesi!
😸