DPR Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa Dua Tahun Pemerintahan Prabowo di Tugu Tani

Berita Nasional
Rina WijayaRina Wijaya
Sumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

DPR Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa Dua Tahun Pemerintahan Prabowo di Tugu Tani
BAGIKAN:

Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra mengapresiasi jalannya demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Selasa (20/10) di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Dalam keterangannya pada Rabu (21/10), politikus Partai Golkar itu menyatakan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak konstitusional sekaligus pilar penting dalam kehidupan bernegara. Ia menilai perbedaan pandangan politik adalah hal lumrah dalam demokrasi dan menghormati kedewasaan mahasiswa yang menyampaikan tuntutan secara tertib tanpa menimbulkan kericuhan.

Soedeson juga memuji pendekatan pengamanan yang diterapkan aparat kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat. Menurutnya, aparat berhasil menjalankan arahan Kapolri untuk bersikap persuasif dan tidak represif terhadap massa aksi. Ia meminta pola pengamanan serupa dijadikan standar operasional bagi kepolisian di daerah lain agar konsep polisi yang bersahabat dengan masyarakat dapat diimplementasikan secara konsisten.

Berdasarkan keterangan sumber, mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta turun ke jalan pada 20 Oktober 2026. Massa dari Universitas Indonesia (UI) memulai aksi di sekitar Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB dengan bergantian melakukan orasi sebelum berkumpul tepat di bawah monumen tersebut.

Tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi ini adalah desakan agar pemerintah menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Para peserta aksi turut membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka. Meski terdapat satu orang yang berusaha naik ke atas tugu, pantauan di lapangan menunjukkan tidak terjadi bentrokan antara massa dan aparat kepolisian.

Meow! Tanya Nesi!
😸