Chairman Chery Minta Maaf ke Pemerintah Malaysia Usai Insiden As Roda Omoda 5 Copot
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Chairman Chery Holding Group Yin Tongyue meminta maaf secara terbuka atas masalah kualitas produk Chery di Malaysia. Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam World Intelligent Connected Vehicles Conference pada Rabu (21/10), menyusul insiden as roda belakang Chery Omoda 5 yang copot di Johor Bahru dan berujung penarikan kembali 8.878 unit kendaraan.
Menurut video yang diunggah Caijing di Sohu pada Kamis (22/10), Yin menyatakan telah menemui langsung menteri perindustrian Malaysia pada hari yang sama untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan segera bertanggung jawab kepada pengguna terkait masalah kualitas yang terjadi belakangan ini.
Rangkaian tindakan otoritas Malaysia dimulai setelah insiden di Johor Bahru. Pada Minggu (11/10), Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia menangguhkan sementara sertifikasi tipe kendaraan (VTA) Omoda 5 dan menghentikan registrasi baru hingga investigasi teknis rampung. JPJ juga mengaudit lini produksi, perakitan, serta pemasok komponen as roda, termasuk prosedur inspeksi sambungan las. Tiga hari kemudian, Chery Auto Malaysia mengumumkan recall untuk varian C dan H yang mencakup 8.878 unit dengan pemeriksaan serta penggantian komponen tanpa biaya di bengkel resmi.
Ini bukan kali pertama Chery menghadapi masalah serupa di Malaysia. Pada 2024, perusahaan menarik 600 unit Omoda 5 karena persoalan yang sama, dengan akar masalah disebut berasal dari kalibrasi alat las yang meleset. Saat itu, 60 unit produksi 15 Agustus 2023 teridentifikasi memakai komponen bermasalah. Sebagai langkah pembaruan, Omoda 5 di Malaysia sudah digantikan oleh Chery O5 sejak September 2025 yang menggunakan suspensi belakang multi-link menggantikan torsion beam.
Dalam konferensi yang sama, Yin mengingatkan agar ekspansi Chery ke luar negeri dilakukan dengan persiapan matang dan menghormati hukum setempat. Ia mengibaratkan ekspansi tanpa perencanaan sebagai perubahan dari chuhai (melaut) menjadi tianhai (menimbun laut).
Terkait dampaknya di Indonesia, Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan belum akan melakukan recall dan masih menunggu hasil investigasi Chery global. Dalam keterangan pada Selasa (13/10), CSI menyebutkan belum menerima laporan insiden serupa di Tanah Air. Unit Omoda 5 untuk pasar Indonesia dirakit di fasilitas Handal Indonesia Motor, berbeda dengan unit Malaysia yang dirakit Inokom di Kedah. Versi penyegaran model ini di Indonesia telah berganti nama menjadi Chery C5 sejak Juni 2025 dan juga memakai suspensi belakang multi-link. CSI mempersilakan konsumen yang ingin memeriksakan kendaraannya untuk menghubungi layanan pelanggan atau mendatangi bengkel resmi, meskipun pemeriksaan tersebut bukan bagian dari program recall. Sebelumnya, Omoda 5 di Indonesia pernah menjalani recall yang melibatkan 420 unit.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Polisi Gencar Kejar Pengendara Knalpot Brong, Ancam Pidana Kurungan Sebulan dan Denda

Veda Ega Naik ke Posisi Ketujuh Klasemen Moto3 2026 Usai Podium di Malaysia

Yamaha Tarik Diri dari MotoGP Qatar, Puluhan Pebalap Khawatir Eskalasi Konflik Timur Tengah
