Bahlil Kaji Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Menghargai Indonesia

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bahlil Kaji Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Menghargai Indonesia
BAGIKAN:

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan akan mengevaluasi kerja sama ekspor komoditas energi. Ia mempertimbangkan penghentian pasokan ke negara-negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi domestik.

Dalam acara Peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Mahan - South yang disiarkan melalui YouTube Kementerian ESDM pada Kamis (22/10), Bahlil menegaskan sikap tersebut merupakan penerapan asas kesetaraan antarnegara. Sebaliknya, bagi negara yang dianggap bersikap kooperatif, pemerintah siap memfasilitasi pembuatan kontrak baru meskipun belum ada perjanjian sebelumnya.

Wacana pengetatan ekspor ini juga mencakup kemungkinan tidak memperpanjang kontrak aliran gas ke negara tetangga. Menurut keterangan Bahlil, langkah itu diambil agar pasokan energi dapat diprioritaskan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Rencana evaluasi ekspor tersebut bergulir sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/10). Dalam sidang itu, presiden mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam fase bertahan atau survival.

Bahlil mengaitkan kebijakan energi ini dengan prinsip kedaulatan yang menurutnya harus dihormati dunia internasional. Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan sejarah yang panjang, bukan sekadar pemberian pihak lain.

Meow! Tanya Nesi!
😸