7 Film yang Menjadikan Suara dan Rekaman Audio sebagai Kunci Utama Misteri

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

7 Film yang Menjadikan Suara dan Rekaman Audio sebagai Kunci Utama Misteri
BAGIKAN:

Sejumlah film misteri dan horor menggunakan suara bukan sekadar latar belakang, melainkan elemen utama yang menggerakkan alur cerita. Menurut daftar yang disusun KapanLagi pada Kamis (22/10), tujuh film menempatkan rekaman audio, siaran radio, hingga keheningan sebagai petunjuk penting bagi penonton untuk memahami peristiwa yang terjadi.

Tiga di antaranya menjadikan rekaman suara sebagai alat penyelidikan. Dalam White Noise, tokoh Jonathan Rivers berusaha memahami kematian istrinya melalui fenomena Electronic Voice Phenomenon (EVP), yaitu dugaan kemunculan suara orang meninggal lewat perangkat elektronik. Sementara itu, Blow Out karya Brian De Palma mengikuti teknisi suara Jack Terry yang tanpa sengaja merekam kecelakaan mobil. Detail audio dari rekaman tersebut membuatnya mempertanyakan apakah insiden itu benar-benar kecelakaan biasa. Pendekatan serupa muncul dalam The Conversation besutan Francis Ford Coppola, ketika ahli penyadapan Harry Caul memeriksa ulang rekaman percakapan sepasang orang di tempat umum karena mencurigai adanya pesan tersembunyi terkait tindak kejahatan.

Dua film lain memanfaatkan infrastruktur komunikasi untuk membangun ketegangan. Pontypool berkisah tentang penyiar radio Grant Mazzy di sebuah kota kecil Kanada yang menerima laporan kejadian aneh dari pendengar, di mana bahasa dan suara berperan dalam penyebaran situasi berbahaya. The Vast of Night mengambil latar Amerika Serikat era 1950-an, mengikuti penyiar radio Everett dan operator telepon Fay yang menemukan sinyal suara misterius pada malam hari dan melacak sumbernya melalui sambungan telepon serta siaran.

Pendekatan berbeda diterapkan dalam Berberian Sound Studio. Film ini menceritakan Gilderoy, teknisi suara asal Inggris yang bekerja di studio film Italia untuk menciptakan efek audio horor. Proses produksi yang melibatkan berbagai benda dan teknik perekaman perlahan memengaruhi kondisi psikologisnya, sehingga batas antara kenyataan dan imajinasi menjadi kabur.

Adapun A Quiet Place tidak berfokus pada rekaman atau penyelidikan audio. Film ini justru menjadikan keheningan sebagai syarat bertahan hidup. Sebuah keluarga harus menekan segala bunyi dari aktivitas sehari-hari agar tidak menarik perhatian makhluk dengan pendengaran sangat sensitif. Kesalahan kecil seperti menjatuhkan benda bisa mengundang bahaya, sehingga mereka mengandalkan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

Ketujuh film tersebut menunjukkan bahwa elemen audio dapat berfungsi sebagai bukti yang perlu ditafsirkan, medium penyebar informasi, maupun penentu keselamatan tokoh. Bagi penonton yang menyukai misteri berbasis dialog, penyelidikan rekaman, atau horor psikologis, pendekatan ini memberikan pengalaman menyimak detail suara yang sering kali luput dari perhatian.

Meow! Tanya Nesi!
😸