Prabowo Soroti Mentalitas Bangsa yang Lebih Hormati Prestasi Asing dalam Sidang Kabinet Paripurna

Politik
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Prabowo Soroti Mentalitas Bangsa yang Lebih Hormati Prestasi Asing dalam Sidang Kabinet Paripurna
BAGIKAN:

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat Indonesia yang masih lebih menghormati prestasi asing dibandingkan pencapaian bangsa sendiri saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10) sore. Sidang ini digelar untuk menandai dua tahun pemerintahan yang ia jalankan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam sambutannya yang disiarkan langsung melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengaitkan fenomena tersebut dengan sejarah panjang kolonialisme. "Mungkin karena kita terlalu lama dijajah, sering kita tidak bangga dengan prestasi kita sendiri, bahkan lebih hormat ke prestasi asing daripada prestasi kita sendiri," kata Prabowo di hadapan para menteri.

Prabowo menegaskan bahwa selama dua tahun memimpin, kabinetnya telah menunjukkan hasil kerja nyata meskipun menghadapi tekanan dari pihak luar. Ia menyebut ada kekuatan asing yang merasa terancam dengan kebangkitan Indonesia. "Saya bangga jadi presidenmu, karena dalam dua tahun kita telah kerja dengan hasil yang nyata. Saudara-saudara, kita diserang, bangsa Indonesia selalu bangkit kalau diserang dengan keras, karena Bangsa Indonesia sesungguhnya sangat tidak berkenan berdirinya Bangsa Indonesia bagi bangsa-bangsa tertentu di dunia ini," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan itu mengingatkan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia terus diganggu karena kekayaan alamnya. Ia merujuk pada berbagai gerakan separatis seperti Republik Maluku Selatan (RMS), DI/TII, hingga PRRI/Permesta sebagai bukti historis bahwa upaya memecah belah bangsa sudah berlangsung puluhan tahun, namun tidak pernah berhasil menghentikan laju kemajuan negara.

Pada bagian akhir pembukaannya, Prabowo menyampaikan apresiasi langsung kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Mengenakan busana safari putih dan kopiah, ia menyatakan rasa terima kasih atas kerja keras para menterinya. "Saudara-saudara telah beri apa yang saudara bisa beri dengan semangat bahwa saudara-saudara telah hasilkan kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan," ujar Prabowo. Sidang kali ini merupakan SKP pertama setelah rapat serupa terakhir digelar pada 20 Juli 2026 lalu.

Analisis Redaksi

Narasi yang dibangun Presiden Prabowo mengenai mentalitas bangsa yang lebih memuja prestasi asing bukanlah hal baru dalam diskursus politik nasional. Namun, penyampaiannya secara eksplisit dalam forum resmi setingkat Sidang Kabinet Paripurna menunjukkan bahwa isu dekolonisasi budaya dan penguatan kepercayaan diri nasional tetap menjadi fondasi ideologis utama pemerintahannya. Pendekatan ini konsisten dengan gaya komunikasi Prabowo yang kerap menggunakan kerangka sejarah untuk membingkai kebijakan masa kini.

Pernyataan mengenai adanya serangan dari pihak asing yang takut Indonesia bangkit perlu dicermati secara kritis. Tanpa menyebutkan aktor atau bentuk serangan secara spesifik, narasi semacam ini berpotensi digunakan sebagai instrumen konsolidasi internal sekaligus tameng politik untuk meredam kritik terhadap kebijakan pemerintah. Dalam pengalaman jurnalistik selama dua dekade, pola retorika ancaman eksternal kerap muncul ketika sebuah pemerintahan ingin memperkuat soliditas kabinetnya di tengah evaluasi kinerja berkala.

Secara keseluruhan, sidang paripurna peringatan dua tahun ini tampak lebih difungsikan sebagai ruang konsolidasi moral ketimbang ajang pemaparan capaian kuantitatif yang terperinci. Apresiasi terbuka kepada Kabinet Merah Putih adalah langkah manajerial untuk menjaga loyalitas dan kohesi tim. Tantangan sesungguhnya bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan adalah menerjemahkan semangat kebanggaan nasional ini ke dalam indikator kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh publik luas.

Meow! Tanya Nesi!
😸