Pengguna Transportasi Publik Jakarta Naik 10,8 Persen hingga September 2026

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pengguna Transportasi Publik Jakarta Naik 10,8 Persen hingga September 2026
BAGIKAN:

Jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta mencapai 368,4 juta orang hingga September 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan angka tersebut naik 10,8 persen dibandingkan periode sebelumnya. Data ini mencakup penumpang TransJakarta, MRT, dan LRT.

Pramono menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/10). Menurut keterangan Pramono, peningkatan jumlah penumpang menunjukkan adanya peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum yang cukup signifikan. Ia juga mengklaim konektivitas transportasi publik di ibu kota telah mencapai 93 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono menyebut peringkat transportasi publik Jakarta saat ini berada di urutan 15 dunia, nomor 7 Asia, dan nomor 2 ASEAN setelah Singapura.

Salah satu pendorong kenaikan penumpang adalah beroperasinya rute Lintas Raya Terpadu (LRT) Kelapa Gading-Manggarai yang diresmikan pada Rabu (16/9). Berdasarkan laporan yang diterima Pramono, LRT rute tersebut kini mengangkut rata-rata 11.361 penumpang per hari, naik dari sebelumnya yang maksimal hanya 4.000 penumpang. Ia memperkirakan jumlah pengguna akan terus bertambah setelah seluruh stasiun di jalur tersebut selesai dibangun dan beroperasi penuh.

Kenaikan penumpang juga tercatat pada layanan bus rapid transportation (BRT) Transjabodetabek yang melayani rute daerah penyangga. Pramono mencontohkan rute Bogor-Blok M yang semula hanya ditargetkan mengangkut 2.000 pengguna, kini rata-rata telah mendekati 10.000 penumpang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilaporkan akan mempertimbangkan peluncuran rute-rute baru untuk meningkatkan konektivitas.

Selain penambahan rute, Pemprov DKI Jakarta juga mengubah kebijakan akses gratis transportasi publik. Pramono menyatakan ada penambahan enam golongan penerima kemudahan tersebut, termasuk pencari kerja dan pendamping disabilitas.

Meow! Tanya Nesi!
😸