Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Nezar Patria Tekankan Urgensi Pengasuhan Digital demi Jaga Pola Pikir Kritis Anak

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: Antara News
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Nezar Patria Tekankan Urgensi Pengasuhan Digital demi Jaga Pola Pikir Kritis Anak
BAGIKAN:

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa pengasuhan digital menjadi benteng utama dalam menjaga pola pikir kritis anak di tengah derasnya arus informasi teknologi saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya paparan konten daring yang tidak selalu sesuai dengan usia perkembangan psikologis generasi muda Indonesia.

Menurut Nezar, literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai, melainkan pemahaman mendalam tentang dampak sosial dan kognitif dari setiap interaksi online. Ia menyoroti bahwa banyak orang tua masih menganggap perangkat pintar sebagai alat penenang atau pengganti peran pengawasan konvensional, sebuah pendekatan yang dinilai berbahaya bagi pembentukan karakter anak jangka panjang.

Konteks permasalahan ini semakin kompleks mengingat penetrasi internet di kalangan remaja terus meroket tanpa dibarengi peningkatan kompetensi orang tua dalam memahami algoritma media sosial. Data menunjukkan bahwa anak-anak kini terpapar ribuan pesan komersial dan ideologi per hari, sehingga filter keluarga harus dilengkapi dengan dialog terbuka mengenai nilai-nilai kebenaran dan hoaks.

Pendekatan holistik disarankan agar pengasuhan digital tidak bersifat represif atau melarang total akses teknologi. Sebaliknya, orang tua didorong untuk terlibat aktif mendampingi proses eksplorasi digital anak, mengajarkan mereka cara memverifikasi sumber berita, serta membangun ketahanan mental terhadap tekanan sosial virtual yang sering kali memicu kecemasan berlebih pada kelompok usia rentan.

Dampak dari kelalaian dalam aspek ini berpotensi melahirkan generasi yang mudah dimanipulasi oleh disinformasi dan mengalami degradasi empati akibat interaksi maya yang dangkal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta penyedia platform, dan institusi keluarga dianggap krusial untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang intelektual anak secara optimal.

Analisis Redaksi

Seruan Nezar Patria ini mencerminkan pergeseran paradigma kebijakan komunikasi nasional dari regulasi infrastruktur menuju perlindungan pengguna berbasis hak asasi manusia. Jika sebelumnya fokus pemerintah tertuju pada konektivitas fisik, kini urgensi bergeser ke kualitas konsumsi konten yang berdampak langsung pada stabilitas demokrasi melalui pemilih masa depan yang berpikir kritis.

Tantangan terbesar terletak pada implementasi praktis di tingkat rumah tangga yang heterogen. Tanpa program edukasi massal yang terstruktur dan berkelanjutan bagi orang tua, imbauan pejabat tinggi hanya akan berhenti sebagai retorika kosong sementara celah keamanan digital bagi anak justru semakin lebar dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber dan penyebar ujaran kebencian.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸