Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

IKN Dikepung Asap Karhutla: Istana Garuda Samar, ISPU Tembus 121 dan Sempat Capai 150

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

IKN Dikepung Asap Karhutla: Istana Garuda Samar, ISPU Tembus 121 dan Sempat Capai 150
BAGIKAN:

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, hingga menyebabkan bangunan-bangunan strategis seperti Istana Garuda menjadi samar dari kejauhan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski kondisi visual terganggu. Ia mengimbau masyarakat dan aparatur yang beraktivitas di sekitar IKN untuk menggunakan masker guna menekan risiko paparan partikel berbahaya.

"Aktivitas masih berjalan normal. Saya selalu memonitor untuk kondisi ini, khususnya penggunaan masker," ujar Basuki dalam kutipan yang dikutip Detikcom pada Kamis (15/10). Pernyataan ini menegaskan komitmen otoritas setempat untuk menjaga jalurnya roda birokrasi, meskipun cuaca sangat tidak bersahabat.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH, kualitas udara di sekitar Plaza Bhinneka KIPP IKN masuk kategori Tidak Sehat. Nilai ISPU PM2.5 tercatat melonjak hingga 121 pada pukul 13.00 Wita hari Kamis. Basuki mengungkapkan bahwa angka tersebut sempat menyentuh titik kritis di level 150. "Kita akan terus pantau menggunakan alat pemantau yang berada di kawasan taman Bhineka Tunggal Ika," tambahnya. Kepekatan asap dilaporkan paling terasa di pagi hari, namun kondisinya mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya.

Untuk mengatasi krisis ini, Otorita IKN mengerahkan upaya darurat melalui kerja sama dengan Lanud Dhomber dan BMKG. Pengerahan helikopter water bombing dilakukan untuk membasahi titik api secara langsung. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dijalankan untuk memancing hujan. "OMC juga dilakukan untuk menghasilkan hujan yang dapat mendukung pemadaman api. Meskipun belum berjalan maksimal karena minimnya awan hujan di langit IKN," jelas Basuki.

Dampak asap ini terlihat jelas pada hilangnya visibilitas bangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Selain Istana Garuda, Rusun ASN, dan perkantoran lainya, bahkan Masjid Negara yang biasanya terlihat megah kini nyaris tenggelam ditelan asap. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi mobilitas udara dan kesehatan warga lokal yang terpapar partikel halus PM2.5 dalam durasi yang cukup lama.

Analisis Redaksi

Pendataan ISPU yang menyentuh angka 150 menunjukkan bahwa paparan partikulat di sekitar IKN berada di level yang mengancam kesehatan. Klaim "aktifitas normal" dari Otorita IKN perlu dibaca dengan kritis; di balik kelancaran birokrasi, risiko kesehatan bagi aparatur sipil dan kontraktor lapangan tetap tinggi jika mitigasi masker tidak diawasi ketat. Kondisi ini menyoroti kerentanan infrastruktur baru yang belum sepenuhnya siap menghadapi anomali cuaca ekstrem khas Kalimantan.

Ketergantungan pada operasi modifikasi cuaca yang "belum maksimal" mengisyaratkan keterbatasan teknis dalam menghadapi kondisi atmosfer yang kering dan minim awan. Secara logis, jika upaya OMC dan water bombing tidak segera efektif, paparan asap akan berkepanjangan. Langkah selanjutnya harus mencakup tidak hanya pemadaman di hilir, tapi juga penegakan hukum terhadap penyebab awal karhutla serta penguatan sistem peringatan dini berbasis data real-time untuk melindungi populasi IKN secara proaktif, bukan reaktif.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸