Suroso Isnandar Resmi Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo Lewat RUPSLB

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Suroso Isnandar Resmi Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo Lewat RUPSLB
BAGIKAN:

Perubahan pucuk pimpinan di perusahaan listrik negara resmi terjadi. Suroso Isnandar mengambil alih kursi Direktur Utama PT PLN (Persero) dari Darmawan Prasodjo. Keputusan krusial itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (14/10) kemarin.

Kabar pergantian pucuk pimpinan itu dibenarkan oleh Komisiaris Independen PLN, Andi Arief. "Iya, pergantian dirut," ujar Andi singkat melalui pesan teks. Ia menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar serah terima jabatan biasa, melainkan keputusan strategis yang melibatkan seluruh elemen kunci di Dewan Direksi dan Komisaris.

Detail mekanisme pergantian tersebut cukup unik karena dilakukan secara daring. RUPSLB dilaksanakan via Zoom pada pukul 18.30 WIB. Sesi penting ini dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan komisaris PLN, ditambah dengan kehadiran Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata. Kehadiran pejabat BP BUMN mengindikasikan bahwa pengawasan transisi kepemimpinan ini dilakukan dengan ketat dan langsung oleh otoritas BUMN.

Bukan semata-mata bergeser, Suroso justru mempertahankan jabatannya yang sebelumnya. Ia tetap memegang posisi sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. "Sementara, Pak Suroso sebagai dirut masih merangkap jabatan lamanya sampai ada penggantinya," jelas Andi. Pola dualitas ini sering muncul di BUMN saat transisi untuk menjaga kontinuitas proyek strategis energi terbarukan yang sedang berjalan.

Latar belakang Suroso Isnandar memang kuat di sektor teknis dan manajemen proyek. Lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971, ia memiliki jejak rekam akademik yang lengkap, mulai dari S1 Teknik Sistem Tenaga ITB, S2 Power System Engineering dari University of Abertay, hingga gelar Doktor dari ITB yang baru diraih pada 2025. Pengalaman kariernya membentang dari General Manager di Sulawesi hingga memimpin divisi digitalisasi di Jakarta.

Kepemimpinannya diinternal PLN dinilai krusial untuk mengawal transformasi digital dan transisi energi. Berbagai posisi strategis seperti Kepala Divisi Digital dan Teknologi Informasi (2022-2023) serta perannya dalam pengelolaan pembangkitan di berbagai pulau menunjukkan kapabilitas teknisnya. Situs resmi PLN bahkan menegaskan peran pentingnya dalam mendukung bauran energi terbarukan yang andal. Dengan perpaduan kapasitas manajerial dan teknis ini, Suroso diharapkan mampu mempercepat agenda energi bersih PLN di tengah tekanan target nasional.

Analisis Redaksi

Pemilihan Suroso Isnandar mengirim sinyal kuat bahwa PLN akan mengakselerasi fokus pada digitalisasi dan energi baru terbarukan (EBT). Dengan latar belakang teknis yang dalam dan pengalaman di sektor pembangkitan serta IT, ia adalah figur yang tepat untuk menyelaraskan target efisiensi dan keberlanjutan. Pergantian ini juga menandai era baru dalam tata kelola PLN yang lebih responsif terhadap tekanan regulasi energi hijau.

Dualitas jabatan sebagai Dirut dan Direktur EBT & Manajemen Proyek bisa menjadi tantangan sekaligus keuntungan. Keuntungan ada pada kesinambungan proyek prioritas tanpa jeda transisi yang panjang. Namun, beban kerja yang sangat berat ini membutuhkan penguatan tim deputi yang solid. Publik perlu mengawasi bagaimana Suroso mendistribusikan waktunya untuk memastikan pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur listrik besar tetap berjalan efektif dan tidak terbengkalai karena fokus pada kepemimpinan perusahaan secara keseluruhan.

Langkah berikutnya adalah bagaimana Suroso akan memimpin PLN dalam menghadapi dinamika harga energi global. Pergantian di tingkat direksi ini biasanya diikuti dengan restrukturisasi atau penajaman strategi bisnis dalam 100 hari pertama. Kita akan melihat apakah ada penekanan khusus pada percepatan proyek PLTS atau pembangkitan biomassa sebagai komitmen nyata terhadap target bauran energi nasional yang telah dicanangkan sebelumnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸