Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pramono Anung: DAS Mampang-Krukut Diproyeksi Tekan Banjir Jakarta 8 Persen lewat Embung dan Waduk

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pramono Anung: DAS Mampang-Krukut Diproyeksi Tekan Banjir Jakarta 8 Persen lewat Embung dan Waduk
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini bahwa optimalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut akan memangkas risiko genangan di ibu kota hingga delapan persen. Klaim ini dilontarkan saat ia meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Selasa (13/10) sore, menegaskan bahwa langkah preventif ini adalah kalkulasi teoritis yang harus diwujudkan. "Mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen," ujar Pramono, mengacu pada hitungan hidrologis yang menjadi basis kebijakan mitigasi banjir terkini.

Strategi ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari eksekusi nyata yang sedang dikerjakan Pemprov DKI. Saat ini, dua embung dan satu waduk sedang dalam tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi pada Februari 2027. Ketiganya meliputi Embung Kebagusan, Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir), dan Waduk Sunter Hulu. Distingsi teknis di sini penting: di Jakarta, embung adalah penampungan air dengan luas di bawah lima hektar, sementara waduk melampaui angka tersebut.

Fokus utama pembangunan terletak pada Embung Kebagusan yang memiliki luas dua hektare. Proyek ini menguras anggaran signifikan, sekitar Rp250 miliar. Komposisi dananya terbagi menjadi Rp200 miliar untuk pembebasan lahan dan sedikit lebih dari Rp50 miliar untuk konstruksi fisik penampungan. Secara spesifik, embung ini dirancang untuk menekan banjir di Sistem Kali Mampang-Krukut dengan estimasi kontribusi pengurangan sebesar 2,3 persen.

Di luar fungsi hidraulik, Pramono menginstruksikan agar air yang ditampung tidak terbuang sia-sia. Rencana kolaborasi antara Sumber Daya Air dan PAM Jaya akan mengubah tampungan ini menjadi aset utilitas. "Kami akan izinkan... air ini dikonsumsi atau digunakan oleh warga," jelas Pramono, dengan catatan bahwa PAM Jaya akan menghitung tarif dan mekanisme pengolahan air menjadi layak konsumsi. Embung ini juga difungsikan sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga warga.

Semua elemen ini merupakan komponen dari JakTirta Project, program strategis Pemprov DKI yang telah digulirkan sejak 2025. Proyek ini tidak hanya berfokus pada

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ