Polisi Bekuk 9 Orang, Sita 12 Paket Sabu di Dua Rumah Dekat Rama Plaza Bekasi

Operasi penertiban narkoba di kawasan Pondok Gede dan Pondok Melati, Kota Bekasi, berbuah manis bagi Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota yang berhasil membekuk sembilan tersangka serta menyita 12 paket sabu dari dua rumah berdekatan. Penindakan yang digelar Selasa (13/10) ini menargetkan lokasi di area Rama Plaza, sebuah titik yang sebelumnya sudah mencuat dalam laporan masyarakat.
Kesembilan orang itu tidak lolos dari jeratan hukum begitu saja. Saat penggerebekan dimulai pukul 17.00 WIB, petugas langsung merangkul tujuh orang di depan salah satu rumah. Sepuluh menit kemudian, suasana semakin panas ketika MST alias Paman ditangkap di dalam rumah, disita 9 paket sabu. Tidak lama setelahnya, tepatnya pukul 17.30 WIB, YBR alias Macan ditangkap di rumah tetangga dengan barang bukti 3 paket sabu. Total dua belas paket itu kini jadi tumpuan investigasi.
Bukan cuma narkotika, polisi juga menangkap beberapa benda yang menunjukkan modus operandi para pelaku. Sepeda motor dan mobil tidak ada, tapi ditemukan satu pucuk airsoft gun, tiga timbangan digital, alat isap, serta uang tunai Rp1,35 juta yang diyakini hasil transaksi ilegal. Temuan ini mengindikasikan bahwa dua lokasi tersebut bukan sekadar tempat pakai, tapi basis distribusi yang rapi.
Menariknya, dari sembilan tersangka yang ditangani, hanya enam yang negatif secara urine. MST, YBR, dan empat lainnya positif metamfetamin. Menurut Kompol Untung Riswaji, Kasat Resnarkoba, keempat orang positif itu akan diarahkan untuk asesmen dan pemulihan. Sementara, dua terduga pengedar masuk jalur penyidikan lebih dalam untuk melacak asal barang dan jejaringnya. Barang bukti sabu kini diterbangkan ke Labfor Polda Metro Jaya.
Dalam keterangan resminya, Untung menekankan bahwa operasi ini adalah respons cepat atas aduan warga. Dia menyebut informasi masyarakat jadi pondasi penyelidikan. "Pemulihan bagi pengguna sesuai hasil asesmen," tegasnya. Pihaknya pun membuka kanal pelaporan agar lingkungan sekitar bersih dari jualan haram ini.
Analisis Redaksi
Penangkapan dua terduga pengedar yang bermarkas di dua rumah bersebelahan menunjukkan pola jaringan mikro yang sangat rapat. Keberadaan timbangan dan uang tunai membuktikan transaksi berjalan rutin, bukan sporadis. Lokasi di sekitar Plaza, area komersial ramai, menandakan modus pelarian dan transaksi yang cepat dan strategis bagi para sindikat lokal.
Kasus ini bukan sekadar pemberantasan, tapi juga indikasi lemahnya pengendalian di tingkat akar rumput yang membuat lokasi ini bisa beroperasi cukup lama hingga terungkap lewat aduan. Langkah logis selanjutnya adalah mengejar hulu jaringan: dari mana 12 paket itu datang, dan siapa di balik dua 'paman' dan 'macan' tersebut. Keterlibatan uang 1,35 juta juga jadi titik masuk untuk audit aset pelaku.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Diduga Rem Blong

Dua Eks Napiter Terlibat Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Satu Masih Buron

Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Madiun
