Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

KM Feronia Tergelincir di Batu Bolong, 1 Penumpang Masih Hilang Setelah 29 Orang Dievakuasi

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KM Feronia Tergelincir di Batu Bolong, 1 Penumpang Masih Hilang Setelah 29 Orang Dievakuasi
BAGIKAN:

29 orang berhasil dievakuasi oleh tim KSOP Kelas III Labuan Bajo dari sisa kapal pinisi KM Feronia yang terbalik di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, NTT, pada Selasa (13/10) sore. Satu penumpang masih dinyatakan hilang dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 15.02 WITA tersebut. Evakuasi dilakukan setelah kapal yang membawa 30 orang, terdiri dari 25 penumpang dan 5 awak, dihantam arus kuat saat melintasi perairan Tatawa Besar.

Kondisi kritis terjadi saat KM Feronia sedang dalam perjalanan menuju Pulau Rinca dari Labuan Bajo. Kapal tersebut sebelumnya mengangkut rombongan yang baru menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta. Saat melintasi jalur perairan sekitar Tatawa Besar, gelombang dan arus yang kuat mendera badan kapal hingga akhirnya tergelincir dan terbalik di laut.

KSOP Kelas III Labuan Bajo merespons cepat kondisi darurat ini. Tim penyelamat berhasil mengangkat 5 awak kapal dan 24 penumpang dari air yang bergelombang. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Dermaga Marina Waterfront untuk penanganan medis dan keselamatan jiwa. Operasi penyelamatan berlangsung di tengah cuaca yang tidak bersahabat, membuat koordinasi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Kasus ini menambah daftar panjang risiko pelayaran di kawasan Taman Nasional Komodo. Banyak wisatawan yang memilih jalur cepat menggunakan kapal kayu atau pinisi untuk mengakses spot diving populer. Faktor keamanan kapal dan kesiapan awak menghadapi cuaca ekstrem sering kali menjadi perdebatan di kalangan pelaku wisata bahari. Para penyelam yang baru selesai menyelam biasanya berada dalam kondisi fisik yang lelah, menambah kerentanan saat menghadapi insiden di laut.

Sampai berita ini diturunkan, upaya pencarian terhadap satu penumpang yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sekitar lokasi kejadian. Penyebab pasti terbaliknya KM Feronia masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Publik menanti hasil audit menyeluruh terhadap kelaikan kapal dan mekanisme keselamatan yang berlaku di perairan Labuan Bajo untuk mencegah peristiwa serupa.

Analisis Redaksi

Peristiwa terbaliknya KM Feronia menyoroti kembali lemahnya standar keselamatan pelayaran di jalur wisata maritim Labuan Bajo. Meskipun jalur menuju Pulau Rinca adalah rute komersial yang sudah mapan, dominasi arus di perairan Tatawa Besar membuktikan bahwa faktor alam masih menjadi variabel utama yang mematikan. Jika data hidrologi diabaikan demi kepentingan komersial, kerentanan ini akan terus berulang setiap musim angin monsun.

Keberhasilan evakuasi 29 orang patut diapresiasi, namun hilangnya satu penumpang mengindikasikan potensi kegagalan dalam penghitungan atau penggunaan alat keselamatan individual. Pengawasan ketat terhadap kapasitas muat, kondisi cuaca, dan kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri) di setiap kapal wisata harus menjadi prioritas mutlak. Tanpa perubahan regulasi yang tegas dari otoritas maritim, tragedi kemanusiaan di atas laut tidak akan bisa dicegah secara fundamental.

Meow! Tanya Nesi!
😸