Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenhaj Pastikan Nol Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kemenhaj Pastikan Nol Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh
BAGIKAN:

Serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10), dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 warga. Namun, data resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan tidak ada satu pun jemaah umrah asal Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa kekerasan tersebut.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengonfirmasi hal itu berdasarkan data sistem internal hingga Minggu, 11 Oktober 2026. "Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, Alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut," ujar Ichsan dalam keterangan tertulis Selasa (13/10).

Kemenhaj随即 mengimbau seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Travel diwajibkan memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan ketat, serta segera menginformasikan setiap perubahan jadwal beserta langkah penanganannya. Termasuk memastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan di lapangan.

Jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Mereka diinstruksikan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah, membatasi perjalanan tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, dan mematuhi seluruh arahan otoritas setempat. Koordinasi aktif dengan pihak travel menjadi kunci penanganan situasi darurat di lapangan.

Bagi calon jemaah yang belum berangkat, Ichsan meminta mereka memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing. Jemaah diwajibkan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan. Masyarakat di Tanah Air juga diimbau tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, melainkan selalu merujuk pada informasi dari kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

Analisis Redaksi

Pernyataan Ichsan Marsha yang menekankan "data yang terdaftar di sistem kami" menunjukkan bahwa verifikasi dilakukan secara silang antara Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Langkah ini krusial karena memastikan bahwa zero victim bukan sekadar asumsi, melainkan hasil konfirmasi administratif yang ketat terhadap 37 jemaah yang tercatat bergerak melalui bandara terdampak.

Peristiwa ini menguji ketangguhan protokol keamanan di tanah suci. Instruksi untuk membatasi perjalanan non-mendesak dan memfokuskan diri di Makkah serta Madinah adalah langkah antisipatif yang logis. Dengan potensi lanjutan serangan Houthi, meminimalkan pergerakan jemaah Indonesia di wilayah yang rawan konflik adalah strategi mitigasi risiko paling efektif yang bisa diambil pemerintah.

Stabilitas informasi di dalam negeri menjadi penentu utama agar ibadah tetap berjalan lancar. Tekanan pada kanal resmi dan larangan menyebarkan hoaks adalah bentuk perlindungan psikologis bagi keluarga di Tanah Air. Selama koordinasi antara PPIU dan otoritas terkait tetap solid, arus jemaah Indonesia dapat tetap terkendali meskipun situasi geopolitik di kawasan tersebut memanas.

Meow! Tanya Nesi!
😸