Kapolri Suyudi Copot Brigjen Ade Safri dari Dirtipideksus, Kombes Suhasto Gantikan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Polri. Melalui Surat Telegram Nomor ST/2262/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026, ia resmi mencopot Brigjen Ade Safri Simanjuntak dari jabatan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.
Penggantian pucuk pimpinan di unit penanganan kejahatan ekonomi ini menempatkan Kombes Suhasto sebagai pejabat baru. Suhasto mendapat promosi untuk mengisi posisi strategis yang ditinggalkan Ade Safri. Sementara itu, mantan Dirtipideksus tersebut dimutasikan menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi tidak berhenti pada satu nama saja. Jenderal Suyudi juga merotasi Brigjen Herry Dian Dwiharto dari posisinya sebagai Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri menjadi Anjak Utama Bidang NCB/Interpol Divisi Hubinter Polri. Pergeseran ini menunjukkan penataan ulang fungsi koordinasi internasional dan pendidikan kepolisian secara simultan.
Di level menengah, Kombes Afrisal mengalami perubahan tugas signifikan. Ia dimutasi dari penyidik Madya Tingkat II Bareskrim Polri menjadi pemeriksa Inafis Madya Tingkat I Bareskrim Polri. Langkah ini memperkuat aspek forensik dalam proses penegakan hukum di Mabes Polri.
Aksi Suyudi ini bukan insiden tunggal. Sebelumnya, ia tercatat sudah dua kali menerbitkan Surat Telegram Rotasi dan Mutasi terhadap jajaran Korps Bhayangkara. Dari dua telegram sebelumnya, total ada 287 Perwira Tinggi (pati) dan Perwira Menengah (pamen) yang telah dirombak posisinya sejak ia menjabat.
Analisis Redaksi
Rotasi mendadak di kursi Dirtipideksus sering kali dibaca publik sebagai sinyal evaluasi kinerja atau kebutuhan penyegaran strategi pemberantasan korupsi dan kejahatan finansial. Namun, tanpa keterangan resmi mengenai alasan spesifik pencopotan Ade Safri, langkah ini lebih tepat dilihat sebagai bagian dari konsolidasi kepemimpinan Kapolri Suyudi yang agresif menata ulang hierarki komando di Bareskrim.
Dengan memindahkan pejabat senior ke bidang pendidikan (Widyaiswara) dan teknis (Inafis), Kapolri tampaknya ingin memastikan regenerasi talenta berjalan seimbang antara eksekusi lapangan dan penguatan kapasitas institusi. Publik perlu memantau apakah mutasi ini akan berdampak pada kecepatan penanganan kasus-kasus ekonomi khusus yang sedang ditangani, mengingat transisi kepemimpinan di unit vital seperti Tipideksus kerap memerlukan masa adaptasi bagi tim internal.
BERITA TERKAIT (Hukum)

6 Warga Tewas Ditabrak Truk Molen Rem Blong di Bekasi, Polisi Selidiki Dampak Laka

Bareskrim Bongkar Cengkeraman Sindikat Solar Ilegal di Bandung, Amankan Ribuan Liter dan Truk Modifikasi

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Total Penelusuran Klaim Melebihi Rp500 Miliar
