Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Api Pabrik Pipa Tangerang Merajalela, 15 Damkar Kerahkan Pasokan Air dari Danau Permai Legok

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Api Pabrik Pipa Tangerang Merajalela, 15 Damkar Kerahkan Pasokan Air dari Danau Permai Legok
BAGIKAN:

Kebakaran hebat yang melanda pabrik pipa di Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, terus membesar pada Selasa (13/10) malam tanpa bisa dipadamkan oleh petugas. Kendala utama yang dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran adalah keringnya sumber air akibat musim kemarau, yang membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit dan membahayakan.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi menunjukkan api masih berkobar hebat disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Bangunan-bangunan di area pabrik tampak rusak parah, hampir seluruhnya ambruk akibat terjilid si jago merah. Puluhan personel damkar terlihat berjibaku di tengah kepulan asap, sementara kendaraan pemadam terus berlalu-lalang untuk mengambil pasokan air dari sumber terdekat yang kian menipis.

Komandan Pos Damkar Legok BPBD Kabupaten Tangerang, Andi Lala, mengakui kesulitan tersebut. "Kami kesulitannya dari sumber air yang sulit di sekitar sini karena saat ini musim kemarau jadi sumber air di dekat sini kering," kata Andi di lokasi. Untuk mengatasi defisit air ini, petugas memanfaatkan danau di kawasan Perumahan Legok Permai sebagai cadangan utama, sekaligus meminta bantuan armada dari Kabupaten Bogor, TNI, dan pihak swasta.

Total 15 armada damkar telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan sekitar. "Untuk pemadaman disebar ke beberapa titik untuk mencegah perambatan ke bangunan sekitar. Total ada 15 armada yang kami kerahkan," ujar Andi. Peristiwa kebakaran ini pertama kali dilaporkan pada Selasa sore pukul 16.33 WIB, namun hingga malam hari, api belum berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran maupun adanya korban jiwa maupun luka-luka belum dapat dipastikan karena proses penanganan masih berlangsung. Situasi di lapangan tetap tegang, dengan petugas memfokuskan diri pada pengaman area untuk memastikan api tidak menjalar ke permukiman atau industri di sekitarnya.

Analisis Redaksi

Pilihan menggunakan danau perumahan sebagai sumber air darurat menunjukkan betapa ketiadannya infrastruktur hidrolik di kawasan industri Legok. Ketergantungan pada sumber air yang tidak stabil ini menjadi risiko sistemik; ketika musim kemarau berkepanjangan, kapasitas respons darurat daerah industri padat ini menurun drastis. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan kegagalan perencanaan mitigasi risiko bencana di kawasan yang penuh material berbahaya.

Peran BPBD dalam mengoordinasikan bantuan dari luar daerah seperti Kabupaten Bogor dan TNI menunjukkan bahwa kapasitas lokal sudah jenuh. Langkah selanjutnya harus berfokus pada transparansi investigasi penyebab kebakaran. Jika material pipa mengandung bahan kimia atau gas, potensi ledakan sekunder atau pencemaran lingkungan harus diantisipasi dengan ketat, mengingat lokasi yang dekat dengan perumahan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸