Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

12 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Ario Seto Lakukan 3 Mutasi Jumbo Libatkan 450 Perwira

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

12 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Ario Seto Lakukan 3 Mutasi Jumbo Libatkan 450 Perwira
BAGIKAN:

Jenderal Suyudi Ario Seto, yang baru dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10), langsung memutar meja komando dengan menggelar tiga kali rotasi besar-besaran dalam waktu 12 hari. Tindakan tegas ini berdampak pada lebih dari 450 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri yang mengalami perpindahan jabatan.

Gerakan awal dilakukan melalui Surat Telegram ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sehari setelah pelantikan. Dalam gelombang ini, 288 Pati dan Pamen bergeser posisi, termasuk jabatan kunci di Markas Besar. Komjen Asep Edi Suheri, yang lama menjabat Kapolda Metro Jaya, naik jabatan menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) menggantikan Komjen Wahyu Widada yang dimutasikan ke Kementerian ATR/BPN.

Perubahan juga terjadi di pucuk badan utama Polri. Irjen Dedy Kusuma Bakti diangkat menjadi Kabaintelkam menggantikan Komjen Yuda Gustawan yang ke Kantor Staf Kepresidenan. Kabareskrim kini dipegang Irjen Asep Safrudin, menggantikan Komjen Syahardiantono. Posisi Kabaharkam jatuh ke tangan Irjen Hery Herjawan, sebelumnya Kapolda Riau, menggantikan Komjen Karyoto yang mendekati masa pensiun. Kalemdiklat dipimpin Irjen Rudi Darmoko, menggantikan Komjen RZ Panca Putra yang ditugaskan ke Kementerian Hukum.

Rotasi juga menyasar 19 posisi Kapolda. Dadang Hartana, Kapolda Maluku, dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya. Ia digantikan Aslog Kapolri Suwono Nainggolan. Di lini tengah, Hengki, Kapolda Banten, digeser menjadi Kapolda Jawa Barat, sementara Brigjen Hendra Kurniawan mengambil alih jabatan Kapolda Banten. Brigjen Roy Hardi Siahaan kini memimpin Jawa Tengah, dan Wakapolda Metro Dekananto Eko Purwono dipercaya sebagai Kapolda Jawa Timur.

Sepekan kemudian, telegram ST/2251/X/KEP/2026 (10 Oktober) menugaskan 199 perwira lain. Brigjen Aries Syahbudin menggantikan Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas. Puncaknya, lewat ST/2262/X/KEP/2026 pada 12 Oktober, Suyudi mencopot Brigjen Ade Safri Simanjuntak dari Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, memasukkannya ke Sespim Lemdiklat. Langkah ini memperlihatkan kecepatan dan jangkauan penataan ulang struktur Polri yang luar biasa.

Analisis Redaksi

Kekuatan penataan Suyudi tidak hanya pada kuantitas, melainkan pada kecepatan eksekusi yang memutus mata rantai birokrasi lama. Pergantian Pejabat Utama Mabes dalam waktu 24 jam menunjukkan prioritas bersih-bersih dan penyegaran total di pusat komando. Ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan penataan ulang strategis yang mengirim sinyal keras bahwa era baru kepemimpinan Polri mengutamakan responsivitas tinggi dan loyalitas langsung pada agenda nasional.

Memindahkan perwira-perwira senior lintas kewilayahan dalam rentang dua minggu berisiko menantang kohesi lapangan. Para Kapolda baru harus menyesuaikan diri cepat dengan dinamika daerah yang kompleks. Namun, ini juga berarti Suyudi sedang meletakkan "orang-orangnya sendiri" di posisi strategis untuk memastikan pengawasan vertikal yang kuat. Strategi ini efektif untuk menegakkan disiplin, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan adaptasi yang tinggi untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah.

Yang patut diwaspadai adalah pencopotan pejabat spesifik di bidang ekonomi, seperti Ade Safri Simanjuntak, di hari kedua belas. Ini mengindikasikan bahwa penyempurnaan struktur masih dalam proses, dan belum semua posisi dianggap final. Publik dan pengawas negara harus melihat apakah gerakan cepat ini menghasilkan peningkatan kinerja atau justru menimbulkan kegelisahan di jajaran bawah. Efektivitas kebijakan akan teruji dalam 90 hari ke depan, di mana stabilitas pasca-rotasi besar-besaran ini diuji.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ