Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Soekarno-Hatta Aktifkan SRA, Penerbangan Transit Dubai ke Riyadh-Jeddah Dibatalkan Imbas Serangan Houthi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Soekarno-Hatta Aktifkan SRA, Penerbangan Transit Dubai ke Riyadh-Jeddah Dibatalkan Imbas Serangan Houthi
BAGIKAN:

Penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah resmi dibatalkan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (12/10). Keputusan ini diambil sebagai dampak langsung dari situasi keamanan menyusul serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Pembatalan ini secara spesifik memengaruhi penumpang yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Riyadh dengan rute transit melalui Dubai.

Sebelumnya, Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan bahwa saat ini tidak melayani rute penerbangan langsung menuju Riyadh. Kebijakan ini merupakan respons cepat terhadap eskalasi konflik di wilayah tersebut. Selain rute langsung, pembatalan juga diterapkan pada penerbangan transit Dubai ke Riyadh dan Jeddah, memaksa ribuan calon jemaah untuk menunggu keputusan lanjutan dari otoritas bandara.

Second Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga keselamatan pengguna jasa. "Sehubungan dengan perkembangan situasi tersebut, penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah mengalami pembatalan, sehingga berdampak pada perjalanan penumpang yang menggunakan rute penerbangan transit tersebut," ujar Yudistiawan di Tangerang. Meskipun rute transit tertutup, penerbangan Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah tetap beroperasi normal dan lancar di tengah kekacauan di Riyadh.

Untuk mengantisipasi ketidakpastian dan kenyamanan penumpang yang terdampak, bandara mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Fasilitas darurat disediakan di employee lounge Terminal 3, mencakup penyediaan makanan ringan, minuman, hingga area istirahat sementara. Yudistiawan menekankan bahwa pengelola bandara terus memantau perkembangan situasi global secara intensif sambil berkoordinasi ketat dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan operasional tetap terkendali.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan pengguna jasa senantiasa menjadi prioritas utama kami dalam setiap pelaksanaan operasional," jelas Yudistiawan. Pihaknya mengimbau seluruh calon penumpang, khususnya rute internasional, untuk memeriksa pembaruan jadwal melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat. Informasi terkini mengenai layanan operasional juga dapat diakses melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Latar belakang pembatalan ini berakar pada insiden serius yang terjadi pada Sabtu (10/10), ketika serangan yang diduga dilakukan Houthi menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya di Bandara King Khalid. Menurut laporan Inside the Haramain, sejumlah jemaah umrah dan pengunjung masjid suci termasuk di antara korban. Data resmi Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi merinci korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir. Kondisi ini menciptakan iklim keamanan yang sangat rentan bagi lalu lintas udara internasional di kawasan tersebut.

Analisis Redaksi

Pembatalan rute transit Dubai menunjukkan betapa rapuhnya rantai logistik penerbangan internasional saat terjadi krisis keamanan di titik simpul. Penggandaan dampak dari serangan di Riyadh ke rute yang berpusat di Dubai mengindikasikan bahwa pasar penerbangan umrah sangat bergantung pada stabilitas regional. Jika situasi di Arab Saudi terus memburuk, kemungkinan besar maskapai-maskapai lain akan mulai membatalkan rute langsung ke Jeddah dan Madinah, yang saat ini masih dilaporkan normal. Ini akan memicu lonjakan penumpang yang memilih rute transit melalui negara tetangga, menambah beban operational di bandara-bandara hub seperti Dubai.

Dari sisi ekonomi dan keselamatan, aktivasi SRA di Terminal 3 Soekarno-Hatta adalah langkah standar protokol, namun pengujian nyata terjadi pada kemampuan manajemen krisis dalam berkoordinasi lintas negara. Koordinasi antara otoritas bandara Indonesia, maskapai, dan otoritas Arab Saudi menjadi kunci. Jika tidak ada jaminan keamanan yang jelas dari Riyadh, penutupan total rute ke utara Arab Saudi kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat. Penumpang perlu beradaptasi dengan volatilitas jadwal yang tinggi dan menyiapkan biaya tambahan untuk rebooking atau pengalihan rute.

Ke depan, dampaknya bisa meluas pada sektor wisata religi dan ekonomi domestik terkait transportasi. Jika rute ke Riyadh dan Jeddah lumpuh total, arus jemaah umrah akan mengalami hambatan signifikan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga rantai pasok logistik dan layanan bagi jutaan warga Indonesia yang menjadikan ibadah di Tanah Suci sebagai tujuan utama. Stabilitas keamanan di Timur Tengah menjadi variabel makroekonomi baru yang harus diantisipasi oleh pelaku industri penerbangan nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸