Pramono Klaim Jakarta Kota Pelajar Nomor 1 di RI, Renovasi 16 Sekolah Rampung dengan Dana 876 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa ibu kota kini menggeser Yogyakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia, sebuah klaim yang ia sandarkan pada peringkat QS Best Student Cities 2027 yang menempatkan Jakarta di urutan ke-117 dunia, tepat di atas Yogyakarta yang berada di posisi ke-118.
Pernyataan ini dilontarkan Pramono usai meninjau langsung renovasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo di Jakarta Timur pada Senin (12/10). Menurutnya, lonjakan status ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari intervensi konkret pemerintah provinsi melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). "Itu terbukti, yang selama ini Jakarta bukan nomor satu kota terdidik ya, kota pelajar, kota terdidik, sekarang Jakarta menjadi kota pelajar nomor satu se-Indonesia," jelas Pramono.
Komitmen ini diiringi dengan belanja infrastruktur pendidikan yang masif. Pada tahun anggaran 2025, Pemprov DKI telah merampungkan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah yang ditargetkan, tersebar di lima wilayah administrasi dengan total dana sebesar Rp876,7 miliar. Cakupan program ini sangat luas, mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Di Jakarta Timur saja, renovasi menyentuh SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, dan SDN Pekayon 05/12, sementara di Jakarta Barat terdapat alih fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi unit sekolah baru (USB) SMPN 298.
Salah satu poin krusial yang disorot Pramono adalah aspek pemeliharaan pasca-konstruksi. Ia mengakui adanya kelemahan sistemik di mana fasilitas sering dibangun dengan baik namun jarang dirawat secara optimal. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah-sekolah yang membutuhkan intervensi dan memastikannya bahwa penggunaan gedung berjalan efisien. "Saya biasanya memutuskan dalam rapat terbatas, termasuk pengawasannya... Karena salah satu kelemahan kita semua yang kita sadari adalah kita seringkali bisa membangun tetapi tidak bisa merawat dengan baik," tegasnya.
Sebagai dampak langsung bagi publik, perhatian khusus ini menjadikan akses pendidikan lebih merata bagi keluarga yang memenuhi syarat. Sebagian besar murid kini sudah tercover oleh bantuan KJP dan KJMU, yang menurut Pramono merupakan prioritas utama untuk menjamin kualitas sumber daya manusia ibu kota. Jika sarana prasarana tidak dipersiapkan dengan baik, klaimnya, upaya meningkatkan kompetensi akademik akan sia-sia. Strategi ini menciptakan ekosistem di mana fasilitas fisik yang mumpuni didukung oleh subsidi finansial yang tepat sasaran.
Analisis Redaksi
Klaim "Kota Pelajar Nomor Satu" ini menyirad pergeseran narasi besar di mana Jakarta diposisikan sebagai pusat kompetisi akademik global, bukan sekadar pusat administratif. Namun, ada ketegangan logis di sini: peringkat QS Best Student Cities sangat bergantung pada kualitas riset universitas dan ketersediaan akomodasi pelajar, sementara fokus anggaran Rp876,7 miliar ini masih berkutat pada perbaikan fisik sekolah dasar hingga menengah. Apakah renovasi gedung SD dan SMP benar-benar cukup untuk melampaui ekosistem perkuliahan Yogyakarta yang sudah mapan?
Bagi pemangku kepentingan, peringatan Pramono soal "tidak bisa merawat" adalah sinyal bahaya yang serius. Banyak proyek renovasi di Jakarta sebelumnya kerap terbengkalai setelah serah terima. Jika pengawasan jangka panjang tidak berjalan ketat, aset sebesar 876 miliar rupiah ini berisiko menjadi beban anggaran pemeliharaan yang membengkak di masa depan. Pengawasan rutin, bukan hanya pembangunan, harus menjadi metrik keberhasilan utama untuk memastikan janji kota pelajar ini tidak sekadar slogan elektoral.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Sudin Perpustakaan Jakut Luncurkan Book Camp 2026: 85 Duta Literasi Targetkan Ekosistem Kebiasaan Baca Berkelanjutan

BPS: Penumpang LRT Jakarta Melonjak 66 Persen Sepanjang September 2026, Transjakarta Tembus 39 Juta Orang

Wisatawan ke Jakarta Capai 8,58 Juta Perjalanan, Naik 6,37 Persen Sepanjang September 2026
