Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

BRI Bidik Dampak Ekonomi Rp5 Triliun MotoGP Mandalika 2026

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BRI Bidik Dampak Ekonomi Rp5 Triliun MotoGP Mandalika 2026
BAGIKAN:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadikan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 sebagai panggung strategis untuk memperdalam penetrasi layanan keuangan digital sekaligus mengukuhkan posisi dalam ekosistem pariwisata nasional. Melalui dukungan penuh terhadap ajang balap motor dunia di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), bank pelat merah ini menargetkan lonjakan aktivitas transaksi dan perluasan basis nasabah dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dampak ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp5 triliun dengan estimasi kehadiran 140 ribu penonton menjadi magnet utama bagi perseroan. Angka fantastis tersebut bukan sekadar statistik kunjungan, melainkan sinyal kuat adanya perputaran uang masif di kawasan Mandalika. Penyelenggaraan event ini melibatkan sekitar 500 UMKM yang menjajakan produk di area sirkuit serta lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal yang dipercaya mengisi pos marshal dan volunteer, menciptakan rantai pasok ekonomi yang hidup selama empat hari pelaksanaan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya tidak berdiri sendiri sebagai sponsor olahraga semata. "Bagi BRI, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga internasional. Kami melihatnya sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem bisnis, mulai dari peningkatan transaksi digital, akuisisi nasabah baru, hingga perluasan layanan perbankan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata," ujar Dhanny. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi suatu kawasan secara otomatis mendongkrak kebutuhan akan infrastruktur jasa keuangan yang andal.

Untuk menangkap peluang tersebut, BRI meluncurkan program bertajuk "Makin Seru Nonton MotoGP, Makin Banyak Untungnya Bareng BRI" pada periode 8-11 Oktober 2026. Strategi pemasaran agresif ini menawarkan voucher belanja hingga Rp200 ribu bagi pengguna kartu debit dan kredit BRI, serta cashback pembukaan rekening BritAma dan aktivasi aplikasi BRImo sebesar Rp25 ribu. Nasabah juga dimanjakan dengan cashback Tabungan Rencana senilai Rp50 ribu dan kesempatan meraih hadiah menarik melalui transaksi finansial di platform digital mereka.

Sektor premium pun mendapat perhatian khusus lewat penawaran eksklusif bagi nasabah BRI Prioritas dan BRI Private. Paket insentif ini mencakup welcome reward hingga Rp75 juta, hadiah investasi, serta skema member get member dengan total cashback mencapai Rp20 juta. Langkah ini dirancang untuk memperluas merchant acceptance network, sehingga semakin banyak masyarakat beralih ke sistem pembayaran non-tunai berbasis BRImo, menciptakan siklus virtuosa antara volume transaksi dan kualitas layanan keuangan.

Analisis Redaksi

Pendekatan BRI kali ini menunjukkan kedewasaan strategi korporasi yang memandang sport tourism bukan lagi sebagai beban biaya promosi, melainkan aset produktif jangka panjang. Potensi bisnis dari MotoGP tidak berhenti pada euforia tiga hari kegiatan; nilai sesungguhnya terletak pada konversi penonton sesaat menjadi pelanggan setia perbankan digital dan UMKM menjadi mitra merchant permanen. Integrasi aspek keberlanjutan melalui program Waste Management Warriors Mandalika dan kampanye #YokKitaGAS juga membuktikan bahwa citra perusahaan kini tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial lingkungan, sebuah syarat mutlak bagi investor global modern.

Yang perlu diwaspadai adalah konsistensi pasca-event. Tantangan terbesar bagi BRI bukanlah menarik minat saat kerumunan hadir, melainkan mempertahankan engagement setelah lampu sorot padam. Jika transformasi digital para UMKM peserta tidak dilanjutkan dengan edukasi berkelanjutan, dampak Rp5 triliun itu bisa bersifat semu. Namun, jika berhasil, model Mandalika dapat direplikasi di destinasi wisata lain, mengubah peta inklusi keuangan daerah dari bergantung pada bantuan sosial menuju kemandirian berbasis ekosistem pasar.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ