Aries Syahbudin Jadi Kakorlantas Ganti Wibowo, Kapolri Amankan Komando Operasi Ketupat

Brigjen Pol. Aries Syahbudin resmi menggantikan Irjen Pol. Wibowo sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Mutasi tersebut diresmikan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri pada Senin (12/10).
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) segera dilaksanakan di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Jakarta, hari yang sama. Aries bukanlah nama baru di struktur strategis Korps Bhayangkara. Ia merupakan perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 yang telah mengasah kapasitasnya di berbagai medan operasi dan kebijakan.
Rekam jejaknya menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap keragaman wilayah. Saat menjabat Direktur Lalu Lintas di Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Selatan, ia menghadapi tantangan geografis dan sosial yang berbeda. Pengalaman ini membentuk intuisi operasionalnya dalam membaca kebutuhan masyarakat dan kondisi infrastruktur jalan di daerah terpencil hingga metropolitan.
Di tingkat nasional, ia menapak hingga posisi Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II. Perannya krusial saat menangani Operasi Ketupat 2025 sebagai Kepala Bagian Operasi. Ia menjabarkan pemetaan titik rawan dan rekayasa lalu lintas berbasis data. Hasilnya telak: evaluasi Korlantas mencatat penurunan kecelakaan 31 persen dan korban meninggal 53 persen dibanding tahun sebelumnya.
Prestasi itu membuat Presiden Prabowo Subianto menyebut penyelenggaraan mudik tahun tersebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Aries kini membawa tugas berat: finalisasi persiapan Zero ODOL 2027. Ia menekankan pendekatan bertahap, mulai dari sosialisasi hingga penegakan hukum, demi angkutan barang yang tertib dan aman. Ini bukan hanya soal regulasi, tapi perubahan budaya pengemudi.
Analisis Redaksi
Pemilihan Aries Syahbudin mengisyaratkan rotasi kepemimpinan dengan fokus pada aspek operasional dan strategis. Keberhasilannya menekan angka kecelakaan secara drastis di Operasi Ketupat menjadi modal utama yang melampaui sekadar administratif. Publik dan pengemudi barang akan menguji konsistensinya dalam menghadapi transisi menuju Zero ODOL, sebuah kebijakan yang berdampak langsung pada mata pencaharian banyak pelaku logistik.
Perlu diwaspadai bahwa keberhasilan penurunan angka kecelakaan di 2025 bergantung pada koordinasi lintas instansi yang solid. Jika koordinasi tersebut melemah, capaian tersebut bisa saja mundur. Langkah Aries memetakan risiko secara dini harus diuji di lapangan, terutama di titik-titik rawan yang tidak berubah secara fundamental. Efektivitas pendekatan ke pengemudi dan pelaku usaha akan menentukan apakah target Zero ODOL tercapai atau justru memicu resistensi di lapangan.
Secara logis, tahap berikutnya adalah audit kesiapan personel dan teknologi untuk mendukung kebijakan ini. Jangan sampai kebijakan ambisius hanya berhenti di atas kertas tanpa implementasi di lapangan yang memadai. Kami akan memantau bagaimana tim barunya menerjemahkan visi strategis ini menjadi tindakan nyata di jalanan Indonesia.
BERITA TERKAIT (Hukum)

6 Warga Tewas Ditabrak Truk Molen Rem Blong di Bekasi, Polisi Selidiki Dampak Laka

Bareskrim Bongkar Cengkeraman Sindikat Solar Ilegal di Bandung, Amankan Ribuan Liter dan Truk Modifikasi

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Total Penelusuran Klaim Melebihi Rp500 Miliar
