Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kick Off Anyer-Panarukan 3R: Sinergi Serang dan Situbondo Bangkitkan Jalur Sejarah

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kick Off Anyer-Panarukan 3R: Sinergi Serang dan Situbondo Bangkitkan Jalur Sejarah
BAGIKAN:

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Bupati Sidoarjo Yusuf Rio Wahyu Prayogo secara resmi meluncurkan program Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots. Peluncuran ini berlangsung pada Minggu (11/10) dengan kehadiran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto sebagai saksi utama dimulainya gerakan kolaboratif antar-daerah tersebut.

Program ini bukan sekadar seremonial biasa. Ia merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk menata ulang cara pandang terhadap jalur bersejarah Anyer-Panarukan. Melalui tiga perspektif utama—Road, Route, dan Roots—pemkab Serang dan Situbondo berupaya membedah kembali makna konektivitas fisik, perjalanan destinasi, serta akar budaya yang selama ini tersimpan di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Konsep 3R dijelaskan secara rinci dalam peluncuran tersebut. Road merepresentasikan aspek konektivitas dan pembangunan infrastruktur jalan. Sementara itu, Route difokuskan pada pengembangan rute perjalanan wisata dan destinasi unggulan. Adapun Roots menyentuh dimensi paling mendasar, yakni pelestarian sejarah, budaya, dan identitas masyarakat lokal yang menjadi jiwa dari jalur tersebut.

Jalur Anyer-Panarukan memiliki bobot historis yang tak terbantahkan. Sejak zaman kolonial, jalur ini telah menghubungkan wilayah pesisir barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Namun, nilai strategisnya tidak berhenti pada catatan masa lalu. Jalur ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi koridor pariwisata terintegrasi, wadah pelestarian warisan budaya, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah-daerah yang dilaluinya.

Dari sisi geografis dan potensi sumber daya, Kabupaten Serang menawarkan kekayaan wisata pesisir serta nuansa sejarah Banten yang kental. Di sisi lain, Situbondo hadir dengan karakteristik alam, budaya, dan potensi ekonomi lokal yang unik. Kedua wilayah ini diposisikan sebagai mitra strategis yang saling melengkapi, menciptakan sinergi berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya tarik pariwisata nasional melalui pendekatan berbasis identitas.

Analisis Redaksi

Inisiatif Anyer-Panarukan 3R patut diapresiasi sebagai upaya dekolonisasi narasi pembangunan infrastruktur. Selama ini, wacana jalan tol atau bypass sering kali hanya dilihat dari sudut efisiensi logistik semata. Dengan memasukkan elemen 'Roots', para pemimpin daerah mengakui bahwa infrastruktur tanpa identitas hanyalah beton kosong. Langkah ini berpotensi mengubah paradigma perencanaan tata ruang di Jawa, dari sekadar mengejar kecepatan mobilitas menuju keberlanjutan sosial-budaya.

Tantangan terbesar terletak pada eksekusi lintas batas administratif. Kolaborasi antara Serang dan Situbondo melibatkan banyak kabupaten/kota lain di tengah jalur. Tanpa adanya mekanisme koordinasi yang rigid di tingkat provinsi atau nasional, program ini berisiko terhenti di tataran simbolik. Publik perlu mengawasi apakah anggaran dan kebijakan teknis benar-benar mengalir ke pemberdayaan masyarakat setempat, atau hanya berhenti pada proyek mercusuar pariwisata elit.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini akan diukur dari dampak nyata bagi warga di sepanjang jalur. Jika mampu mengangkat UMKM lokal dan menjaga kearifan budaya dari gempuran modernisasi homogen, maka Anyer-Panarukan 3R bisa menjadi model replikasi pembangunan inklusif di Indonesia. Sebaliknya, jika gagal mengelola konflik kepentingan tanah dan lingkungan, ia hanya akan menambah daftar panjang ambisi pemerintah daerah yang mandek di tengah jalan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸