Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bank Neo Commerce Raih Laba Bersih Rp430,98 Miliar, Kualitas Aset Terus Memperbaik

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Terkini
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Bank Neo Commerce Raih Laba Bersih Rp430,98 Miliar, Kualitas Aset Terus Memperbaik
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III (Q3) 2026 dengan mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp430,98 miliar per September 2026.
  • Capaian ini didorong oleh keberhasilan perseroan dalam mempertahankan profitabilitas serta meningkatkan efisiensi operasional, meskipun dalam lanskap ekonomi yang dinamis.
  • Dari sisi pundi-pundi pendapatan, BNC mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,69 triliun .

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III (Q3) 2026 dengan mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp430,98 miliar per September 2026. Capaian ini didorong oleh keberhasilan perseroan dalam mempertahankan profitabilitas serta meningkatkan efisiensi operasional, meskipun dalam lanskap ekonomi yang dinamis. Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BNC, Adrian Soewardjo, menegaskan bahwa setiap langkah pengembangan bisnis dilakukan secara terukur dan dengan prinsip kehati-hatian tinggi untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Dari sisi pundi-pundi pendapatan, BNC mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,69 triliun. Selain itu, pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan tren positif, naik menjadi Rp90,55 miliar atau melonjak 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara total, neraca BNC per September 2026 mencatatkan aset sebesar Rp17,19 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,86 triliun, sementara total kredit yang disalurkan berada di angka Rp6,73 triliun.

Strategi Selektif dan Perbaikan Kualitas Aset

BNC mengedepankan pendekatan penyaluran kredit yang lebih selektif dengan fokus utama pada kualitas debitur, profil risiko, serta potensi imbal hasil yang berkelanjutan. Strategi ini terbukti efektif dalam memburuknya rasio risiko kredit. Hal ini tercermin dari membaiknya rasio Non Performing Loan (NPL) Gross yang turun menjadi 2,78 persen, dibandingkan 2,92 persen pada September 2025. Adapun NPL Nett tercatat sangat terkendali di angka 0,27 persen, menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kemampuan kolektibilitas kredit.

Adrian Soewardjo menjelaskan bahwa strategi pertumbuhan BNC tidak semata-mata mengejar skala bisnis, melainkan memastikan aktivitas usaha memberikan kontribusi yang sehat bagi perseroan. "Strategi pertumbuhan yang kami jalankan saat ini bukan semata-mata mengejar peningkatan skala bisnis, melainkan memastikan bahwa setiap aktivitas usaha memberikan kontribusi yang sehat bagi perseroan," ujar Adrian dalam keterangannya di Jakarta. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara pencapaian profitabilitas dan efisiensi operasional dalam jangka panjang.

Efisiensi Operasional Maksimal dan Penguatan Modal Inti

Perbaikan signifikan terlihat dari sisi efisiensi biaya. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik menjadi 81,77 persen, turun dari 82,81 persen pada tahun sebelumnya. Selain itu, Cost to Income Ratio (CIR) juga mengalami penurunan ke level 31,45 persen dari sebelumnya 31,59 persen. Di sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) melonjak drastis menjadi 53,40 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan 46,73 persen pada periode yang sama tahun lalu. Modal inti perseroan pun tumbuh 10,41 persen secara tahunan menjadi Rp4,35 triliun.

Penguatan permodalan ini didukung oleh rasio Net Interest Margin (NIM) yang terjaga di level 14,30 persen, mencerminkan kemampuan BNC dalam mengelola aset produktif dan struktur pendanaan secara terukur. "Capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga margin pendapatan bunga melalui pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan secara terukur," tambah Adrian. Kinerja ini menegaskan posisi BNC sebagai pemain yang stabil di industri perbankan digital dengan fundamental yang terus menguat.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ