Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

120 Napi Kasus Narkoba Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan Buntut Pesta Sabu

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

120 Napi Kasus Narkoba Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan Buntut Pesta Sabu
BAGIKAN:

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat memindahkan 120 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Langkah tegas ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dugaan pesta narkotika jenis sabu yang terjadi di dalam rutan tersebut.

Pemindahan massal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ishadi Maja Prayitno. Ia menegaskan bahwa tindakan ini berkaitan erat dengan insiden penyalahgunaan narkoba yang mengguncang institusi pemasyarakatan setempat. "120 dari Rutan Depok. Iya, betul (berkaitan dengan pesta sabu)," kata Ishadi dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung pada Minggu (11/10).

Ishadi merinci komposisi narapidana yang dipulangkan ke pulau penjara tersebut. Mayoritas merupakan penghuni kasus narkotika, sementara sisanya adalah tahanan pidana umum. "Betul, mayoritas warga binaan narkotika. Mungkin ada sekitar 20-an yang pidana umum," ujarnya. Keputusan ini telah mengantongi persetujuan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Sesuai arahan pusat, seluruh napi narkotika diminta untuk segera direlokasi ke Nusakambangan guna memutus jaringan peredaran di luar lapas.

Tidak hanya warga binaan, aparat penegak hukum juga menyasar oknum internal. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, menyatakan bahwa penyelidikan terhadap keterlibatan pegawai rutan masih berlangsung intensif. Ia memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu. "Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti," jelas Yudi.

Skandal ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sekelompok pria diduga WBP berjoget dan menggunakan alat hisap sabu atau bong di ruangan tertutup. Rekaman tersebut menunjukkan suasana lengang namun berbahaya, dengan musik keras dan aktivitas terlarang yang seharusnya tidak mungkin terjadi jika sistem pengawasan berfungsi optimal. Insiden ini menjadi cermin retaknya keamanan di Rutan Depok dan memicu evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pembinaan serta pengawasan petugas jaga.

Analisis Redaksi

Relokasi 120 napi ke Nusakambangan bukan sekadar hukuman tambahan, melainkan strategi isolasi total untuk memutus rantai kendali pasar gelap dari balik jeruji besi. Nusakambangan dipilih karena reputasinya sebagai Lapas Super Maximum Security yang sulit ditembus sinyal komunikasi maupun akses logistik ilegal. Namun, perpindahan fisik saja tidak menjamin hilangnya pengaruh; selama celah korupsi pada level sipir belum ditutup rapat, para gembong akan selalu menemukan cara baru untuk beroperasi. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada ketulusan reformasi birokrasi di tubuh Ditjenpas, bukan hanya pada seberapa jauh mereka dikirim.

Masyarakat perlu waspada terhadap pola berulang di mana skandal narkoba di lapas sering kali berakhir dengan rotasi personel alih-alih pemberantasan akar masalah struktural. Laporan polisi terhadap oknum pegawai adalah langkah awal yang baik, tetapi transparansi hasil penyidikan harus dikawal publik agar tidak tenggelam dalam prosedur administratif belaka. Jika kepercayaan masyarakat terhadap integritas penjaga rutan terus erosi, maka setiap upaya rehabilitasi warga binaan akan kehilangan legitimasi moralnya. Solusi jangka panjang menuntut audit independen terhadap aliran uang dan barang di lingkungan pemasyarakatan, bukan hanya relokasi tempat tidur bagi para pelanggar hukum.

Meow! Tanya Nesi!
😸