Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Danantara Siap Borong Saham Saat IHSG Anjlok, Bukan Intervensi Pasar

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Danantara Siap Borong Saham Saat IHSG Anjlok, Bukan Intervensi Pasar
BAGIKAN:

Danantara Investment Management menegaskan kesiapannya menyerap likuiditas di pasar modal domestik justru saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. Kepala Investasi Publik Danantara, Rani Piputri, menyatakan langkah ini murni didorong oleh valuasi aset yang menarik, bukan sebagai mekanisme intervensi negara untuk menstabilkan indeks.

"Jika terjadi krisis di pasar dan kami merasa hal itu hanya didasarkan pada sentimen eksternal yang sifatnya sangat sementara, maka kami mungkin akan masuk ke pasar," ujar Rani dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10), sebagaimana dikutip Reuters. Logika investasinya sederhana namun tajam: membeli saat ketakutan menguasai pelaku pasar lain, lalu menjual kembali ketika sentimen pulih.

Pernyataan ini sekaligus meredam kecemasan investor global terkait potensi aksi jual masif akibat rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Rani mengakui adanya peluang masuk jika penurunan klasifikasi tersebut memicu volatilitas berlebihan, meski ia menekankan pentingnya uji tuntas sebelum eksekusi."Kami mungkin akan masuk. Kami mungkin melakukannya, tetapi ada banyak uji tuntas yang harus kami lakukan," tambahnya.

Hingga kini, unit investasi publik Danantara telah mengalokasikan sekitar US$3 miliar dengan target tambahan suntikan dana US$1 miliar hingga akhir tahun. Komposisi portofolionya condong agresif: 65 persen saham, 30 persen pendapatan tetap, dan 5 persen hedge fund. Seperempat dari total dana tersebut difokuskan khusus untuk pasar Indonesia, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kedalaman pasar lokal.

Selain instrumen konvensional, Danantara mulai melirik sektor kecerdasan buatan (AI). Namun, pendekatan mereka sangat konservatif mengingat posisi mereka yang relatif terlambat dibandingkan pemain teknologi raksasa. Rani membantah anggapan bahwa tren AI saat ini adalah gelembung spekulatif, tetapi memilih strategi mitigasi risiko ketat. "Anda sudah mulai mendengar orang-orang berbicara tentang kemungkinan gelembung, dan itu bagus karena dapat menjaga pasar tetap terkendali," jelas Rani.

Analisis Redaksi

Langkah Danantara memisahkan diri dari narasi intervensi pemerintah adalah sinyal positif bagi tata kelola pasar modal Indonesia. Dengan menegaskan motif berbasis valuasi—bukan politik stabilitas harga—Danantara mencoba membangun kredibilitas sebagai investor institusional profesional di mata asing. Ini penting untuk mencegah persepsi bahwa dana abadi negara digunakan untuk menutupi kegagalan kebijakan fiskal atau moneter lainnya.

Namun, ketegangan antara target imbal hasil 200-300 basis poin di atas biaya modal (yang tercatat 5,35 persen) dengan realitas pasar yang volatil memerlukan kehati-hatian ekstra. Diskusi mengenai retensi dividen Rp120 triliun bersama Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, juga menjadi variabel kunci. Jika dividen tersebut ditahan untuk reinvestasi daripada disetorkan penuh ke kas negara, kapasitas Danantara untuk melakukan akuisisi strategis saat pasar jatuh akan meningkat signifikan, mengubah dinamika supply-demand di lantai bursa.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸