Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Danantara Serahkan Pengembangan Chip AI Mobil Nasional kepada Len Industri

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Danantara Serahkan Pengembangan Chip AI Mobil Nasional kepada Len Industri
BAGIKAN:

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menugaskan PT Len Industri (Persero) memimpin pengembangan chip otomotif berbasis kecerdasan buatan atau AI. Penugasan strategis ini bertujuan memasok kebutuhan komponen kritis dalam proyek mobil nasional yang tengah digarap pemerintah.

Kebutuhan semikonduktor per kendaraan sangat masif. Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan satu unit kendaraan sedikitnya membutuhkan 600 hingga 700 chip. Angka tersebut menegaskan urgensi penguasaan teknologi lokal agar industri tidak terus bergantung pada impor.

"Karena besarnya kebutuhan, penguasaan teknologi ini menjadi kunci utama penguatan industri otomotif dan elektronika dalam negeri," kata Sigit di sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, dikutip Antara, Rabu (7/10). Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan produsen arsitektur chip juga dimungkinkan dalam proses pengembangannya.

Langkah ini melanjutkan mandat sebelumnya. Pemerintah telah menunjuk Len sebagai pelaksana pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) melalui surat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tertanggal 12 Agustus 2026. Surat itu merujuk arahan Presiden pada Rapat Terbatas 14 Juli 2026. Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, memastikan peran Len sebagai lead integrator program tersebut.

Tantangan terbesar bukan sekadar perangkat keras, melainkan sumber daya manusia. Kelangkaan talenta semikonduktor diakui Sigit sebagai hambatan serius. Untuk mengatasinya, Danantara menargetkan pelatihan dan sertifikasi bagi minimal 15.000 insinyur bidang semikonduktor dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan, bekerja sama dengan universitas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).

Analisis Redaksi

Penugasan ganda kepada Len Industri menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar perakitan akhir menuju penguasaan hulu rantai pasok. Jika sukses, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi raksasa teknologi global, tetapi memiliki kedaulatan teknis atas komponen paling vital dalam era elektrifikasi dan otonomi kendaraan. Strategi triangle yang disebut Sigit—menggabungkan industri, investasi, dan R&D—adalah model klasik namun sering gagal dieksekusi karena ego sektoral; keberhasilannya kini tergantung pada konsistensi kebijakan lintas kementerian.

Target 15.000 insinyur tersertifikasi dalam empat tahun adalah ambisi besar yang memerlukan kurikulum vokasi adaptif, bukan sekadar seremonial akademik. Kegagalan memenuhi kuota kompetensi ini akan membuat investasi miliaran dolar pada infrastruktur manufaktur chip menjadi aset tidur tanpa otak operasional. Publik perlu waspada terhadap potensi 'gimmick' kebijakan jika realisasi lapangan kerja berkualitas tidak mengikuti lonjakan retorika teknologi.

Meow! Tanya Nesi!
😸