Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BGN Bantah Kaitan Mayat di Kendal dengan SPPG, Polisi Temukan Luka Tumpul

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

BGN Bantah Kaitan Mayat di Kendal dengan SPPG, Polisi Temukan Luka Tumpul
BAGIKAN:

Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kasus penemuan jenazah pria di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Juru Bicara BGN Tysa Novenny memastikan bangunan tempat ditemukannya mayat tersebut hanyalah struktur fisik yang menyerupai gedung SPPG, namun tidak memiliki identitas resmi maupun afiliasi dengan program pemerintah itu.

Klarifikasi ini muncul setelah viralnya informasi yang mengaitkan lokasi kejadian dengan kantor pelayanan gizi negara. Menurut Tysa, hasil penelusuran lapangan dan koordinasi intensif dengan Koordinator Wilayah setempat membuktikan bahwa di lokasi tersebut tidak pernah ada aktivitas operasional SPPG. Bangunan itu juga bukan bagian dari aset terdampak moratorium, serta tidak ada mitra kerja yang mengklaim kepemilikannya.

"Setelah kami lakukan penelusuran di lapangan, termasuk koordinasi dengan korwil setempat, diketahui bahwa itu adalah gedung yang hanya mirip dengan gedung SPPG," ujar Tysa melalui unggahan di akun Instagram resmi BGN @badangizinasional.ri pada Sabtu (10/10). Ia menambahkan, meskipun tidak ada kaitan institusional, BGN tetap menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut.

Sebelumnya, sesosok mayat pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah kosong di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, pada Selasa (6/10). Plt Kasie Humas Polres Kendal Iptu Deni Herawan menyatakan anggota Polsek Brangsong menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB. Penemuan bermula dari kecurigaan warga bernama Eko Mulyanto yang mencium bau busuk menyengat sejak pukul 04.00 WIB.

Jasad korban ditemukan tergeletak di lantai dua dekat jendela, dengan tangan kiri terborgol dan tertaut pada teralis. Hasil identifikasi gabungan Inafis Polda Jawa Tengah dan Polres Kendal mengungkap korban adalah Donna Nuzulul Aditya, laki-laki berusia 29 tahun asal Kampung Karangsari, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu. Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang menunjukkan penyebab kematian akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala, dengan perkiraan waktu kematian 5 hingga 10 hari sebelum ditemukan.

Analisis Redaksi

Pemisahan cepat antara insiden kriminal dan entitas negara oleh BGN merupakan langkah strategis untuk mencegah eskalasi narasi negatif terhadap program pemenuhan gizi nasional. Dalam lanskap media sosial yang sering kali memotong konteks, asosiasi visual semata—seperti kemiripan arsitektur—bisa memicu spekulasi liar tanpa dasar hukum. Respons proaktif ini menutup celah bagi politisasi tragedi pribadi menjadi isu kebijakan publik.

Namun, fokus investigasi kini harus beralih sepenuhnya pada motif pembunuhan dan jaringan pelaku. Fakta bahwa korban diborgol saat meninggal dunia mengarah pada dugaan penyiksaan atau perampasan kemerdekaan sebelum eksekusi. Publik perlu waspada agar simpatisan tidak terjebak dalam disinformasi tentang 'kantor rahasia' atau konspirasi lain, melainkan menunggu hasil forensik polisi yang lebih presisi mengenai kronologi kejahatan.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
😸