Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenhut Perkuat Pasukan Darat, Asap Karhutla Ditekan Jelang F1 Singapura

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kemenhut Perkuat Pasukan Darat, Asap Karhutla Ditekan Jelang F1 Singapura
BAGIKAN:

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan pemerintah RI memperkuat pasukan darat untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya mengganggu negara tetangga Singapura. Langkah strategis ini dilakukan guna menjaga kualitas udara dan memitigasi dampak lintas batas jelang akhir pekan ini.

Menanggapi keresahan publik di media sosial dan media massa asing, Rohmat menyebut Kemenhut mengerahkan sumber daya maksimal. "Memperkuat pasukan darat yang ada di lapangan dari berbagai pihak, ya. Kalau kami di Kementerian Kehutanan kan ada Manggala Agni," ujar Rohmat saat ditemui di Fakultas Kehutanan UGM, Sleman, Jumat (9/10). Ia menjelaskan BKO (bawah kendali operasi) Polisi Kehutanan dari seluruh Indonesia dikerahkan ke enam provinsi rawan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Penanganan di lapangan juga dilengkapi operasi water bombing dan modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan. Namun, Rohmat mengingatkan efektivitas OMC bergantung pada keberadaan awan di atmosfer. Ia mengaitkan kondisi berat saat ini dengan fenomena El Nino yang cukup kuat, mirip dengan situasi ekstrem pada tahun 2015. Meski demikian, penanganan terukur berhasil menekan luas kebakaran tahun lalu secara signifikan menjadi hanya 350 ribu hektare.

Dalam diplomasi lingkungan, Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan negara sahabat, terutama Malaysia dan Singapura, untuk memperkuat kerja sama penanganan karhutla. Rohmat menyebut ancaman dampak karhutla akibat fenomena iklim ini bukan sekadar isu regional, melainkan tantangan global yang dihadapi negara-negara pemilik hutan tropis di seluruh dunia. "Ini kondisi yang kita hadapi bersama secara global di seluruh dunia," tegasnya.

Guna memperkuat mitigasi jangka panjang, pemerintah fokus pada penanganan kawasan gambut yang dinilai paling rawan memicu asap lintas batas. Rohmat mengungkapkan, "Presiden memutuskan membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, karena tantangan utama kita adalah penanganan karhutla di lahan gambut." Di sisi Singapura, Otoritas FIA menyatakan kabut asap saat ini tidak akan mengganggu balapan jet darat F1 itu sendiri, meski kualitas udara di sejumlah wilayah sudah masuk kategori "tidak sehat" sehari sebelum rangkaian balapan dimulai.

Analisis Redaksi

Koordinasi tripartit antara penegakan hukum, pemadaman teknis, dan diplomasi presiden menjadi kunci dalam meredakan tegang geopolitik lingkungan akibat isu asap. Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional menandai pergeseran kebijakan dari responsif menuju preventif struktural. Fokus pada lahan gambut adalah solusi logis mengingat karakteristik bahan tersebut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara konvensional.

Dilain sisi, FIA menjaga reputasi event global dengan memisahkan operasional balapan dari aktivitas publik luar ruangan yang berpotensi terdampak udara buruk. Penekanan pada data statistik turunnya luas kebakaran tahun lalu memberikan kredibilitas pada kapasitas penanganan negara, meski tetap perlu diwaspadai bahwa intensitas El Nino saat ini belum sepenuhnya mereda. Publik internasional perlu diberi konteks bahwa karhutla akibat iklim ekstrem adalah fenomena siklikal yang memerlukan kolaborasi regional berkelanjutan, bukan sekadar kegagalan penegakan hukum sepihak.

Meow! Tanya Nesi!
😸