IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Uji 6.227 Setelah Anjlok 1,88 Persen
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan hanya akan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (9/10), menguji rentang 6.227 hingga 6.231, usai ditutup anjlok 1,88 persen atau 115,44 poin di level 6.031 pada Kamis sore. Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memperkirakan indeks masih rawan terkoreksi ke 5.850-5.911 jika menyentuh 5.973. "Kami memperkirakan IHSG menguat terbatas dan masih rawan menguji 6.227-6.231. Namun, terdapat peluang terkoreksi ke 5.850-5.911 jika menyentuh 5.973," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Proyeksi teknis ini menempatkan support di 6.018 dan 5.973, sementara resistance di 6.297 dan 6.376. Herditya merekomendasikan pembelian pada saham-saham seperti INKP, KLBF, RAJA, dan AADI sebagai strategi bertahan di pergerakan sempit. Namun, pandangan pasar tidak seragam. Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, justru memprediksi indeks rawan melanjutkan tren penurunan. "IHSG diperkirakan segera melanjutkan tren turun sebelumnya menuju 5.942-5.850 jika hari ini menembus di bawah level 6.019," kata Ivan.
Ivan menempatkan level support lebih dalam di 6.094, 6.019, 5.850, dan 5.607, dengan resistance di 6.261, 6.423, dan 6.552. Rekomendasi sahamnya berbeda, fokus pada AADI, JPFA, MDKA, dan PGAS. Perbedaan sudut pandang ini mencerminkan kegelisahan pasar yang tinggi. Data perdagangan Kamis menunjukkan volume transaksi mencapai Rp12,54 triliun dengan 60,41 miliar saham diperdagangkan. Rinciannya, hanya 171 saham menguat, 497 terkoreksi, dan 119 stagnan, menandakan dominasi aksi jual yang massif.
Latar belakang koreksi tajam ini menambah berat tugas indeks untuk pulih. Investor ritel dan institusi memantau ketat kemampuan indeks bertahan di atas support kunci 6.019. Jika level ini jebol, skenario turun yang diprediksi Binaartha Sekuritas menjadi probabilitas tinggi. Sebaliknya, bertahan di atas level tersebut membuka celah bagi pantulan kecil ke 6.200-an, sesuai hitungan MNC Sekuritas. Pergerakan 60 miliar saham dengan nilai ratusan triliun menjadi indikator likuiditas yang dalam, meski dengan bias negatif.
Bagi pelaku pasar, keputusan hari Jumat adalah momen krusial. Bagi investor jangka panjang, konsistensi di support 5.850-5.911 menjadi area akumulasi menarik. Investor jangka pendek mungkin lebih memilih wait-and-see. Volatilitas tinggi ini menuntut kedisiplinan dalam manajemen risiko. Narasi mengenai likuiditas pasar dan sentimen global akan terus menjadi penentu arah berikutnya setelah koreksi agresif ini.
Analisis Redaksi
Pola koreksi 1,88 persen dalam sehari menunjukkan tekanan jual yang signifikan, seringkali dipicu oleh pelemahan sektor saham-saham blue chip atau sentimen eksternal. Ketika mayoritas saham (497 dari 787) terkoreksi, ini menandakan distribusi luas, bukan hanya rotasi. Analisis redaksi memandang bahwa konvergensi support di area 5.973-6.019 sebagai "zona bahaya". Jebolnya zona ini mengkonfirmasi tren turun baru. Di sisi lain, resistance 6.261-6.297 menjadi tembok tebal yang sulit ditembus tanpa volume besar. Para pelaku pasar sedang dalam fase defensive.
Perbedaan rekomendasi saham antara MNC dan Binaartha Sekuritas, khususnya pada AADI yang muncul di keduanya, mengindikasikan saham tersebut dianggap memiliki fundamental atau teknikal yang relatif aman di tengah badai. Namun, diversifikasi rekomendasi ke sector seperti perkebunan (JPFA, AADI) dan energi (PGAS) menunjukkan upaya mencari *safe haven* di dalam ekuitas domestik. Investor perlu menyadari bahwa di saat koreksi tajam, spread antara support dan resistance melebar, membuat trading range menjadi lebih sempit dan potensi jebakan lebih besar. Langkah logis berikutnya adalah memantau apakah volume akan menyusut saat mendekati 5.973. Volume rendah di area ini bisa menjadi tanda kelelahan penjual, sebuah sinyal awal pembalikan sebelum potensi kenaikan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
