Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

ICE Tembak Warga di New York Saat Ada Anak, Wali Kota Mamdani Desak Trump Hentikan Operasi

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

ICE Tembak Warga di New York Saat Ada Anak, Wali Kota Mamdani Desak Trump Hentikan Operasi
BAGIKAN:

Petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak seorang warga di dalam mobil di kawasan Marble Hill, New York City, pada Kamis (8/10). Insiden fatal ini terjadi saat agen federal mengepung kendaraan tersebut, padahal terdapat anak di bawah umur di dalamnya. Laporan awal mengonfirmasi bahwa tembakan dilepas oleh petugas terhadap individu yang diklaim sebagai imigran ilegal kriminal.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS), lembaga induk ICE, menyatakan operasi penegakan hukum berlangsung sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Mereka menegaskan target merupakan bagian dari upaya penangkapan imigran tanpa dokumen resmi. "Selama insiden, seorang petugas ICE melepas tembakan dan imigran ilegal kriminal itu terluka," bunyi pernyataan resmi DHS. Pihak kementerian menambahkan, "Individu itu masih hidup dan berada di rumah sakit setempat."

Dalam keterangannya, DHS menuduh korban memiliki hubungan dengan salah satu geng serta catatan kriminal sebelumnya. Namun, hingga berita ini diturunkan, otoritas tidak menyebutkan identitas pelaku maupun menyediakan bukti konkret untuk mendukung klaim tersebut. Ketiadaan detail spesifik ini memicu pertanyaan mengenai transparansi prosedur operasional standar agen federal dalam menghadapi situasi berisiko tinggi.

Reaksi keras datang dari Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menilai tindakan tersebut sangat serius dan tak bisa diterima. Mengutip Anadolu Agency, Mamdani menyatakan rencananya untuk berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump guna menuntut penghentian seluruh tindakan penegakan hukum ICE di wilayah kota. "Saya tak akan tinggal diam sementara agen ICE meneror komunitas kami," tegas Mamdani.

Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait penggunaan kekuatan mematikan oleh agen federal terhadap imigran. Kritik terhadap DHS telah berulang kali muncul akibat pelabelan target sebagai anggota kelompok kriminal tanpa verifikasi publik yang memadai. Ketegangan antara pemerintah pusat dan lokal semakin memanas seiring adanya dugaan pelanggaran protokol keselamatan, terutama mengingat kehadiran anak di lokasi kejadian.

Analisis Redaksi

Penembakan di Marble Hill bukan sekadar insiden keamanan tunggal, melainkan cerminan retaknya kepercayaan antara institusi federal dan masyarakat sipil di kota besar. Klaim DHS tentang keterlibatan geng tanpa penyajian bukti atau identifikasi jelas memperkuat persepsi publik bahwa narasi kriminalisasi sering kali digunakan untuk membenarkan penggunaan kekerasan berlebihan. Kehadiran anak di dalam mobil seharusnya menjadi faktor penentu utama dalam de-eskalasi konflik, namun kegagalan menerapkan protokol ini menunjukkan kelemahan sistemik dalam pelatihan agen lapangan.

Sikap konfrontatif Wali Kota Mamdani menandai pergeseran dinamika politik lokal versus federal di era pemerintahan Trump. Ancaman untuk menghentikan operasi ICE di New York adalah langkah berani yang berpotensi memicu krisis konstitusional lebih lanjut jika eksekutif menolak tunduk pada tekanan legislatif lokal. Publik perlu mewaspadai eskalasi retorika yang dapat mengalihkan fokus dari akuntabilitas hukum menuju polarisasi ideologis semata.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸