Gubernur John Tabo Desak Warga Delapan Kabupaten Wamena Berantas Peredaran Ganja
Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, secara tegas menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat di delapan kabupaten untuk bersatu padu mencegah peredaran narkotika jenis ganja. Ajakan ini disampaikan langsung oleh orang nomor satu di provinsi tersebut sebagai respons atas maraknya kasus penyalahgunaan zat adiktif yang mulai menggerogoti tatanan sosial di wilayah pegunungan tengah.
Fokus utama pencegahan kini mengarah pada kawasan Wamena dan sekitarnya. John Tabo menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta partisipasi aktif warga menjadi kunci mutlak dalam memutus rantai distribusi barang haram tersebut. Tanpa keterlibatan komunitas lokal, upaya represif saja tidak akan cukup membendung arus masuk ganja ke berbagai pelosok kampung.
Konteks persoalan ini berakar dari geografis Papua Pegunungan yang luas dan sulit dijangkau. Delapan kabupaten di bawah yurisdiksi gubernur memiliki karakteristik medan yang menantang, sehingga pengawasan terhadap jalur-jalur tikus sering kali mengalami celah. Kondisi inilah yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan pengedar untuk menyisipkan paket-paket kecil ganja ke pasar tradisional maupun permukiman padat penduduk.
Dampak sosial dari peredaran bebas ganja sudah mulai terasa nyata. Generasi muda di beberapa distrik terpantau semakin rentan terhadap pengaruh buruk lingkungan akibat ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh. Pemerintah Provinsi memandang hal ini bukan sekadar isu kesehatan atau kriminalitas biasa, melainkan ancaman serius terhadap masa depan sumber daya manusia di tanah Cenderawasih.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung imbauan Gubernur John Tabo. Langkah preventif melalui edukasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah dan tempat ibadah dinilai lebih efektif jika dibarengi dengan ketegasan hukum bagi para pelaku usaha gelap. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek jera sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari racun narkotika.
Analisis Redaksi
Seruan Gubernur John Tabo ini menandai pergeseran strategi keamanan di Papua Pegunungan dari pendekatan purely militeristik menuju pola kemitraan sipil-militer. Fakta bahwa ajakan ditujukan khusus ke "delapan kabupaten" menunjukkan pemahaman mendalam sang pemimpin mengenai fragmentasi administratif dan tantangan logistik di wilayah tersebut. Ini bukan sekadar retorika kosong, melainkan pengakuan bahwa negara tidak bisa bekerja sendirian menghadapi jaringan mikro-edaran yang tersembunyi di balik kabut pegunungan.
Yang perlu diwaspadai adalah potensi resistensi budaya atau ketakutan warga untuk melapor jika tidak ada jaminan perlindungan identitas. Keberhasilan pemberantasan ganja di sini sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah dapat membangun kepercayaan publik bahwa pelaporan tindak pidana narkotika tidak akan memicu konflik horizontal atau intimidasi balik dari kelompok tertentu. Jika gagal, seruan ini hanya akan berhenti di ruang rapat birokrasi tanpa dampak riil di lapangan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

TNI AL Uji Kelayakan Operasi Helikopter di KRI Siriwjaya-100, Simulasikan Penanggulangan Bencana

Kadin Proyeksi Peluang Ekspansi Pajak Digital Nasional Mulai 9 November 2026

Terjebaknya Perang Iran-AS: Harga Minyak Brent Anjlok 7,6% Menjelang Pemilu Sela AS
