Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Danantara Garap Industri Tekstil untuk Ciptakan Lapangan Kerja dan Industrialisasi

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Danantara Garap Industri Tekstil untuk Ciptakan Lapangan Kerja dan Industrialisasi
BAGIKAN:

Danantara Indonesia resmi menggasak industri tekstil domestik dengan alasan krusial: mendongkrak penyerapan tenaga kerja. Kebijakan strategis ini langsung disuarakan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskario, yang menegaskan bahwa masuknya negara ke sektor ini adalah respons atas stagnasi pertumbuhan industri yang kian menggerus ruang hidup buruh formal.

Dalam pernyataan tegasnya di acara peringatan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10), Dony Oskario menjelaskan bahwa sektor tekstil memiliki kapasitas masif untuk membuka lapangan pekerjaan. Stagnasi yang melanda industri tersebut telah memicu pergeseran dramatis di mana para pencari kerja terpaksa lari ke sektor informal. "Tekstil kita akan masuk, Danantara akan masuk sendiri, akan mulai membangun industri tekstil kita. Dalam rangka apa? Karena kita menyadari tadi tekstil ini membuka lapangan pekerjaan yang banyak," ujarnya. Pernyataan ini menandai shift dari pendekatan pasar bebas murni menuju intervensi negara yang terstruktur.

Langkah ini bukan tanpa persiapan. Dony mengaku telah berdiskusi intensif dengan berbagai asosiasi pengusaha di sektor tekstil maupun alas kaki. Secara eksplisit, ia menegaskan bahwa intervensi ini merupakan manifestasi langsung dari keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah perekonomian nasional menjadi industrial-based economy. "Industrial ini kan pasti ujung-ujungnya adalah pembukaan lapangan pekerjaan. Ini yang sedang kita lakukan termasuk juga Danantara tentu akan berinvestasi di sektor-sektor yang membuka lapangan pekerjaan banyak," tegas Dony. Koordinasi lintas kementerian juga dipercepat dengan pertemuan langsung antara Dony, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.

Dari hasil koordinasi tersebut, tercapai kesepakatan kritis mengenai deregulasi kebijakan. Langkah ini dinilai esensial untuk memicu percepatan industrialisasi di Tanah Air. Selain membuka pintu bagi kolaborasi dengan mitra swasta domestik maupun global yang berkapasitas, Danantara kini tengah menyusun rencana pembentukan BUMN baru khusus di bidang tekstil. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menggenjot produktivitas tanpa mengabaikan efisiensi.

Dari sisi eksekutif, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani memberikan nuansa positif terkait fleksibilitas strategis. Saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (22/9), Rosan menjelaskan bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada pembangunan entitas baru. "Ya memang untuk BUMN Tekstil ini kita kembali lagi, karena kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu," ujar Rosan. Ini membuka opsi akuisisi atau pengembangan perusahaan eksisting yang memiliki fundamental mesin dan teknologi kuat.

Analisis Redaksi

  1. Interaksi negara melalui Badan Pengelola Investasi ke sektor padat karya seperti tekstil menandai koreksi kebijakan dari ketergantungan terhadap investor asing. Dengan skema 'membangun dari nol' sekaligus 'mengembangkan yang ada', Danantara mencoba memitigasi risiko inefisiensi BUMN konvensional yang sering kali terbenam dalam utang.
  2. Gejolak pasar global dan fragmentasi rantai pasok rantai pasok tekstil Asia kini menjadi variabel utama. Jika strategi de-regulasi berjalan mulus, Indonesia berpeluang mereposisi diri dari sekadar basis produksi murah menjadi hub manufaktur berbasis teknologi. Namun, pengawasan ketat terhadap kualitas tata kelola BUMN baru sangat krusial untuk menghindari anomali keuangan yang kerap terjadi di sektor ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸