Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BEI Minta Penjelasan Haji Isam Soal Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BEI Minta Penjelasan Haji Isam Soal Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri
BAGIKAN:

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meminta klarifikasi atas transaksi gadai saham yang melibatkan Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. Langkah ini diambil setelah dua emiten miliknya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), menjaminkan kepemilikan mereka kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 30 September lalu.

Corporate Secretary BEI Elsierra Putri Yosita menyatakan bahwa permintaan penjelasan tersebut dikirimkan sesuai koridor hukum pasar modal. "Dapat kami sampaikan bahwa Bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi kepada kedua Perusahaan Tercatat tersebut," ujar Elsierra dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).

Transaksi ini terungkap melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (7/10). Aksi korporasi itu berlangsung di tengah dinamika rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam melalui entitas afiliasinya, PT Jhonlin Baratama. Penggandaan jaminan aset menjadi sorotan karena menyangkut likuiditas pengendali utama perusahaan publik.

Rincian teknis menunjukkan skala besar dari agunan yang diserahkan. Direktur Utama JARR Indra Irawan membeberkan bahwa pemegang saham pengendali, PT Eshan Agro Sentosa, menggadaikan sebanyak 7.997.556.204 lembar saham. Sementara itu, untuk PGUN, tiga entitas afiliasi lainnya ikut serta: PT Araya Agro Lestari menggadaikan 2.205.667.896 lembar, PT Citra Agro Raya sebesar 2.194.778.786 lembar, dan PT Baramega Citra Mulia Persada sejumlah 900.000.250 lembar.

Total saham PGUN yang digadaikan mencapai 5,29 miliar lembar. Kedua manajemen menegaskan tujuan transaksi adalah sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan. Mereka juga memastikan tidak ada perubahan pengendalian, dilusi kepemilikan, maupun perubahan modal ditempatkan dan disetor akibat aksi ini. "Direksi Perseroan memastikan bahwa transaksi tersebut melalui prosedur yang wajar dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku," tulis manajemen.

Analisis Redaksi

Minta penjelasan BEI merupakan mekanisme standar pengawasan terhadap materialitas informasi. Namun, konteks waktu yang berdekatan dengan rencana akuisisi BYAN membuat langkah Haji Isam ini layak dicermati lebih jauh. Penggunaan aset saham sebagai kolateral pinjaman bank raksasa seperti Mandiri mengindikasikan kebutuhan likuiditas jangka pendek yang signifikan atau strategi leverage finansial yang agresif untuk mendukung ekspansi bisnis grup usahanya.

Pasar perlu memantau apakah jawaban resmi dari JARR dan PGUN akan memberikan detail mengenai nilai taksiran agunan dan rasio loan-to-value. Ketidakpastian informasi sering kali memicu volatilitas harga saham. Bagi investor ritel, transparansi mengenai kesehatan keuangan pengendali akhir sangat krusial sebelum memutuskan posisi beli atau tahan, terutama mengingat kompleksitas struktur kepemilikan silang dalam konglomerasi energi dan agro-industri tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸