IHSG Berpeluang Rebound ke 6.261, Analis Waspadai Zona Koreksi 6.094
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG diproyeksikan menguat ke level 6.261 hari ini setelah melemah 0,75 persen kemarin, meski analis mengingatkan bahaya jebakan teknikal jika support 6.094 tembus.
Pergerakan indeks saham gabungan ini menarik perhatian pasar yang sedang mencari arah. Kamis kemarin (7/10), indeks ini memang terjerembap. Penurunannya tajam, menyentuh 46,20 poin atau minus 0,75 persen dari hari sebelumnya. Angka itu bukan sekadar statistik; itu sinyal kelelahan investor yang butuh jeda. Penutupan di level 6.146 jadi panggung sebelum aksi hari ini dimulai.
Narasumber teknis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat pola pergerakan yang lebih dalam. Ia memetakan posisi indeks pada bagian wave c dari wave (y) pada label hitam. Sinyal teknikalnya cukup spesifik. Area penguatan ditargetkan menuju gap 6.227-6.231, sementara zona bahaya atau koreksi terdekat berada di 6.118-6.141. Herditya juga menyoroti label merah, di mana indeks berpeluang menguji area 6.342-6.430. Itu adalah cluster rata-rata bergerak MA20 dan MA60, area resistensi klasik yang sering menahan laju penguatan.
Rekomendasi aksi jual-beli pun sudah disiapkan. Herditya menyebut BIPI, DEWA, HRTA, dan TLKM sebagai pilihan. Ia memprediksi indeks akan bergerak di rentang support 6.091, 5.973 dan resistance 6.297, 6.376. Bukan hanya MNC yang berspekulasi. Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menyuarakan hal senada. Menurutnya, indeks berpeluang rebound setelah koreksi minor kemarin. Syaratnya satu: bertahan di atas support 6.094. Jika jangkar itu kuat, target naik ke 6.261. Namun jika jebol ke 6.019, risiko turun ke 5.850 membayangi. Ivan merekomendasikan BBCA, BBNI, dan DEWA.
Konteks transaksi kemarin memberikan gambaran likuiditas pasar. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp36,20 triliun. Jumlah saham yang berpindah tangan adalah 48,41 miliar lembar. Angka ini menunjukkan volume yang masih aktif. Dari sisi distribusi, 258 saham menguat, 378 terkoreksi, dan 157 stagnan. Rasio koreksi yang lebih besar dari penguatan menjelaskan mengapa indeks terdorong turun kemarin, dan mengapa rebound hari ini sangat dinanti. Stabilitas di atas 6.094 jadi kunci pembuktian.
Analisis Redaksi
Analisis Redaksi
Konvergensi pandangan dua analis besar dengan metodologi berbeda (label wave dan Fibonacci) di titik support 6.090-an adalah sinyal teknikal yang kuat. Jika level 6.091-6.094 jebol, indeks berpotensi menguji 5.850, sebuah penurunan signifikan yang mematahkan momentum. Sebaliknya, bertahan di area ini membuka ruang ke 6.261-6.376. Investor harus waspada terhadap volatilitas di zona gap 6.227-6.231.
Likuiditas Rp36 triliun menunjukkan pasar tetap terjaga, bukan sepi. Namun, dominasi saham yang terkoreksi (378 saham) menandakan kehati-hatian masih tinggi. Rebound hari ini adalah pengujian validitas tren naik. Jika gagal rebound, koreksi struktural lebih dalam mungkin terjadi. Pengawasan ketat pada saham rekomendasi seperti BBCA dan TLKM menjadi penting sebagai barometer arah pasar berikutnya.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
