IHSG Ditargetkan Tembus 6.231, Analis Waspadai Kluster MA20-MA60
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (7/10), setelah ditutup melesat 74,06 poin atau 1,21 persen ke level 6.192 pada sesi Selasa (6/10) kemarin.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi indeks masih terbuka lebar untuk naik. Dalam risetnya, ia memetakan pola grafik di mana IHSG berada pada bagian wave c dari wave y dengan label hitam. Area penguatan berikutnya ditargetkan menuju gap di kisaran 6.227-6.231.
Kendati optimis, Herditya mengingatkan risiko koreksi. Ia menyebut indeks berpotensi turun ke zona 5.850-5.911 sebelum menguji level yang lebih tinggi. Pada skenario label merah, IHSG berpeluang menyentuh area 6.342-6.430 yang merupakan kluster Moving Average 20 hari (MA20) dan MA60. Rentang support yang disarankan berada di 6.091 dan 5.973, sementara resistance di 6.297 dan 6.376. Ia merekomendasikan saham AMMN, BBRI, INDF, dan INET.
Narasi serupa datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ivan melihat pergerakan indeks semakin mendekati garis SMA-20 harian yang kini menjadi resistance dinamis. Sejak 18 September, IHSG bergerak menjauhi garis tersebut, namun kini mulai mendekat kembali. Ia memprediksi support di level 6.120, 6.019, 5.850, dan 5.607, dengan resistance di 6.261, 6.423, dan 6.552. Rekomendasi sahamnya meliputi INCO, KLBF, dan MBMA.
Dari sisi likuiditas, aktivitas pasar kemarin cukup hidup. Mengutip data RTI Infokom, total transaksi mencapai Rp12,34 triliun dengan volume 48,22 miliar saham. Sebanyak 489 saham menguat, 183 terkoreksi, dan 120 stagnan. Lonjakan volume ini menjadi bahan bakar utama bagi ekspektasi reli lanjutan hari ini, sebelum investor menguji kekuatan support dan resistance teknikal berikutnya.
Analisis Redaksi
Dua analis besar dari MNC dan Binaartha menyepakati arah penguatan, namun dengan nuansa peringatan yang sama: adanya resistance dinamis berupa MA20 dan MA60. Area 6.231 yang ditargetkan Herditya bertepatan dengan gap yang belum terisi. Secara teknikal, area gap sering kali menjadi magnet bagi harga, namun juga rawan koreksi jika volume transaksi tidak mendukung. Penguatan kemarin yang mencapai 1,21 persen tentu membantu, tapi pasar butuh kepastian baru untuk menembus 6.297.
Yang perlu diwaspadai adalah potensi overbought jeda waktu. Jika IHSG gagal menembus resistance di 6.297-6.376, rentang support di 5.973-6.091 akan menjadi zona pertahanan berikutnya. Investor ritel disarankan tidak terjebak euforia reli dua hari berturut-turut tanpa memperhatikan indikator momenmun. Keputusan tetap ada di tangan pembaca, namun membaca peta kluster MA20/MA60 adalah langkah logis sebelum menambah posisi.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
